Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Barito Putera vs Persipal Palu, Berharap Keajaiban untuk Promosi ke Liga 1

M Idris Jian Sidik • Sabtu, 2 Mei 2026 | 17:20 WIB
PANTANG MENYERAH: Pelatih PS Barito Putera, Stefano "Teco" Cugurra, memberikan instruksi kepada para pemain. (M Idris Jian Sidik)
PANTANG MENYERAH: Pelatih PS Barito Putera, Stefano "Teco" Cugurra, memberikan instruksi kepada para pemain. (M Idris Jian Sidik)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMSIN – Laga pamungkas pekan ke-27 Pegadaian Championship 2025-2026 kontra Persipal Palu, Minggu (3/5) sore, menjadi penentu nasib PS Barito Putera. Apakah bertahan di Liga 2, atau promosi ke Liga 1?

Mirisnya, hasil nanti, tetap bergantung kepada hasil pertandingan dua klub rival yang sama-sama mengejar target promosi ke Liga 1. Mereka adalah PSS Sleman dengan 53 poin yang saat ini berada di puncak klasemen, dan Persipura Jayapura dengan poin sama berada di posisi kedua. Sementara, Barito Putera hanya mengoleksi 50 poin, berada di posisi ketiga.

Bukan sekadar soal menang atau kalah. Bagi PS Barito Putera, setiap detail hasil pertandingan, termasuk selisih gol bisa menjadi faktor penentu antara promosi langsung ke BRI Super League atau harus melewati jalur playoff yang penuh ketidakpastian. Terburuknya, bertahan di Liga 2.

Pelatih Barito Putera, Stefano "Teco" Cugurra, sudah menegaskan sikapnya dengan gamblang jelang laga penentu tersebut. “Kami harus meraih kemenangan di laga terakhir. Bermain di kandang, tidak boleh kehilangan poin. Kami harus tetap bersama-sama. Di sisi lain, kami mengharapkan hasil negatif dari tim lain,” ujar Teco.

Pernyataan Teco itu bukan sekadar motivasi kosong. Di baliknya ada kalkulasi matematis yang sangat ketat. Di mana kemenangan saja mungkin tidak cukup tanpa kombinasi hasil yang tepat dari laga-laga lain yang berlangsung bersamaan.

Jika kemenangan diraih atas Persipal, akan menambah 3 poin untuk Barito, sehingga total menjadi 53 poin, menyamai PSS Sleman dan Persipura jika keduanya tidak menang. Jika tiga tim berakhir dengan poin yang sama, penentu utama adalah head-to-head, lalu selisih gol, lalu gol terbanyak.

Dalam skenario ini, selisih gol menjadi sangat krusial. Barito saat ini punya selisih gol +18, sementara PSS Sleman +31 dan Persipura +25.

Agar Barito bisa mengungguli Persipura di selisih gol, dengan asumsi Persipura kalah 0-1 dari Persiku Kudus sehingga selisih gol Persipura turun menjadi +24, Barito harus menang minimal 7-0 agar selisih golnya menjadi +25, sehingga mengungguli Persipura.

Untuk mengungguli PSS Sleman yang berselisih gol +31, dengan asumsi PSS kalah 0-1 dari PSIS, selisih gol PSS turun menjadi +30. Barito harus menang minimal 13-0 agar selisih golnya menjadi +31. Ini nyaris mustahil secara realistis.

Di skenario 1 ini, Barito realistis hanya bisa menyalip Persipura di selisih gol jika menang minimal 7-0. Maka peluang finis posisi dua terbuka, posisi satu sangat berat. Persipura sendiri tentu tak berdiam, bermain di kandang sendiri di hari yang sama melawan Persiku, Mutiara Hitam tentu saja bersikukuh meraih tiga poin.

Skenario paling realistis adalah PSS Sleman imbang atau kalah, sementara Persipura kalah dengan selisih minimal dua gol tanpa balas, dan Barito menang besar atas Persipal minimal 6-0 atau lebih. Dalam kondisi tersebut, Barito berpeluang di posisi dua klasemen dan merebut tiket playoff.

Namun, berharap PSS Sleman kalah, tentu perlu mukjizat. Pasalnya, PSS Sleman akan menjamu PSIS Semarang di hadapan ribuan pendukung mereka di Stadion Maguwoharjo Sleman.

Menghadapi laga krusial ini, Teco berpesan kepada seluruh pemain dan suporter. Tidak ada ruang untuk setengah hati. “Kami harus tetap bersama-sama,” tegasnya.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Barito Putera