Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kiper Pukul Kapten Lawan, di Kasta ke Dua Liga Profesional di Spanyol

admin • Selasa, 28 April 2026 | 19:46 WIB
RICUH: Derbi kasta dua Liga Spanyol ricuh, Kiper Real Zaragoza, Esteban Andrada pukul Kapten Huesca, Jorge Pulido. 
(X/@CUPID_FC)
RICUH: Derbi kasta dua Liga Spanyol ricuh, Kiper Real Zaragoza, Esteban Andrada pukul Kapten Huesca, Jorge Pulido.  (X/@CUPID_FC)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, HUESCA - Kiper Real Zaragoza, Esteban Andrada menjadi sorotan tajam setelah terlibat insiden kekerasan dalam laga derbi kasta kedua Liga Spanyol antara Real Zaragoza melawan SD Huesca, Senin (27/4). 

Insiden dalam laga yang dimenangkan Huesca dengan skor 1-0 itu terjadi usai sang penjaga gawang menerima kartu merah yang kemudian memicu keributan besar di lapangan.

Pertandingan yang berlangsung panas itu memuncak di masa tambahan waktu ketika Andrada diganjar kartu kuning kedua karena mendorong pemain lawan.

Namun, situasi tidak berhenti di situ. Dalam kondisi emosi, Andrada justru menghampiri kapten Huesca, Jorge Pulido dan melayangkan pukulan ke arah wajah sang kapten. Aksi itu langsung memicu perkelahian massal antara kedua tim.

Keributan semakin meluas hingga melibatkan sejumlah pemain lain. Kiper Huesca Dani Jimenez dan pemain Zaragoza Dani Tasende juga ikut diganjar kartu merah oleh wasit akibat insiden itu. 

Di tengah kontroversi itu, Andrada tidak menghindar dari tanggung jawab. Kiper berusia 35 tahun yang saat ini berstatus pinjaman dari klub Meksiko CF Monterrey secara terbuka menyampaikan permintaan maafnya.

“Saya sangat, sangat menyesal atas apa yang terjadi. Ini bukan citra yang baik bagi klub, para penggemar, dan terutama bagi seorang profesional seperti saya. Jadi, saya benar-benar minta maaf,” ujar Andrada dikutip dari The Mirror.

Andrada juga menambahkan bahwa sepanjang kariernya, insiden kartu merah jarang terjadi. “Sepanjang karier saya, saya hanya pernah mendapatkan satu kartu merah sebelumnya, itu pun karena handball di luar kotak penalti. Saya juga ingin meminta maaf kepada Jorge Pulido karena kami sesama profesional. Itu sepenuhnya kesalahan saya, saya kehilangan fokus saat itu, dan saya siap menerima konsekuensi apa pun dari liga,” lanjutnya.

Di sisi lain, pihak Real Zaragoza mengecam keras tindakan yang terjadi dalam laga tersebut. Dalam pernyataan resminya, klub menilai insiden itu tidak mencerminkan nilai-nilai sportivitas yang selama ini mereka junjung tinggi.

“Kami menyaksikan adegan yang tidak pantas dalam olahraga ini dan seharusnya tidak pernah terjadi. Peristiwa ini tidak mewakili nilai-nilai Real Zaragoza maupun para pendukungnya yang sepanjang sejarah dikenal menjunjung sportivitas, keberanian, dan rasa hormat kepada lawan,” tulis klub. 

Editor : Arief
#Real Zaragoza #liga spanyol