RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Harapan PS Barito Putera untuk promosi otomatis ke BRI Super League musim depan makin tipis. Laskar Antasari hanya mampu meraih satu poin usai ditahan imbang 1-1 oleh Persela Lamongan pada pekan ke-26 Pegadaian Championship di Stadion Surajaya, Sabtu (25/4/2026).
Hasil ini menjadi pukulan bagi tim asuhan Stefano Cugurra. Dengan koleksi 50 poin, di peringkat ketiga, dan hanya menyisakan satu laga, nasib Barito kini tak lagi sepenuhnya di tangan sendiri.
PSS Sleman dan Persipura Jayapura belum tanding di laga ke-26 ini. PSS Sleman sebagai pemuncak klasemen (poin 52) dan Persipura sebagai runner up (poin 50) lebih diunggulkan untuk promosi. Kecuali kedua tim ini sama-sama kalah, maka penentuan promosi langsung maupun lewat babak playoff akan ditentukan pada laga terakhir.
Secara permainan, Barito tampil dominan. Strategi tak biasa kembali diterapkan dengan menempatkan Renan Alves sebagai tandem Alexsandro dos Santos di lini depan. Namun dominasi itu tak berbuah gol.
Pertahanan Persela yang dikomandoi Bima Sakti tampil disiplin dan mampu meredam serangan demi serangan Barito.
Teco mengakui timnya sempat kesulitan di awal laga. Pergantian pemain karena cedera juga memengaruhi ritme permainan. Meski sempat menciptakan peluang, Barito gagal memaksimalkannya.
Drama terjadi di penghujung laga. Menit 90+3, Frendi Saputra diganjar kartu merah usai pelanggaran keras. Dari situasi bola mati, Hambali Tholib mencetak gol indah yang membawa Persela unggul 1-0.
Namun Barito tak menyerah. Tiga menit berselang, mereka mendapat penalti setelah Renan Alves dilanggar di kotak terlarang. Fabiano Beltrame sukses mengeksekusi dan menyamakan skor menjadi 1-1 hingga laga usai.
Tambahan satu poin membuat posisi Barito makin terjepit dalam persaingan. Mereka kini harus bersaing ketat dengan PSS Sleman dan Persipura Jayapura yang masih memiliki sisa laga lebih banyak.
Harapan promosi kini bergantung pada hasil tim lain. Barito wajib menang di laga terakhir sambil berharap pesaingnya terpeleset.
Pentolan Barito Mania, Zainu Abdillah, menilai performa tim jauh dari harapan. Ia menyoroti tekanan mental yang terlihat jelas sepanjang pertandingan.
“Barito terlihat terbebani. Peluang ada, tapi tidak ada ledakan permainan,” ujarnya.
Ia juga menilai persoalan mental kembali menjadi masalah utama, seperti musim sebelumnya.
“Tidak semua pemain punya mental juara. Ini kembali terlihat di momen krusial,” tegasnya.
Kini, Laskar Antasari hanya bisa menunggu hasil laga pesaing—dan berharap keajaiban masih berpihak.
Editor : Eddy Hardiyanto