RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, WASHINGTON - Wacana penggantian Timnas Iran dengan Timnas Italia di Piala Dunia 2026 mencuat di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Usulan tersebut disampaikan oleh utusan khusus Amerika Serikat, Paolo Zampolli, kepada Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia,” ujar Zampolli kepada Financial Times.
“Sebagai orang Italia, akan menjadi mimpi melihat Azzurri bermain di turnamen yang digelar di Amerika Serikat. Dengan empat gelar, mereka memiliki sejarah dan status yang layak untuk ikut serta," tambahnya.
Financial Times mengutarakan, berdasarkan sumber-sumber yang dekat dengan isu ini, bahwa rencana tersebut dilakukan untuk memperbaiki relasi antara Trump dan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, yang makin renggang usai serangan verbal Presiden AS itu kepada Paus Leo XIV terkait Perang Iran.
Timnas Italia sebelumnya gagal lolos ke putaran final setelah kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina di laga play-off. Ini merupakan kali ketiga Azzurri absen di Piala Dunia.
Terakhir kali Timnas Italia bermain di Piala Dunia adalah pada edisi 2014 dan terakhir kali mereka bermain di fase knockout Piala Dunia adalah saat mengangkat trofi pada 2006.
Sementara itu, Timnas Iran telah memastikan tiket ke Piala Dunia sebagai salah satu wakil Asia. Mereka menjadi tim ketiga yang lolos lewat jalur kualifikasi ke turnamen nanti setelah Jepang dan Selandia Baru.
Namun, partisipasi Ehsan Hajsafi dkk masih menjadi tanda tanya di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara mereka dan kebuntuan mengenai situasi Selat Hormuz.
Kementerian Olahraga Iran sebelumnya menyatakan tidak akan berpartisipasi di Piala Dunia karena alasan keamanan, tetapi kemudian mengubah sikap dengan federasi mereka mengutarakan bakal tetap berpartisipasi.
Mereka kini menunggu kejelasan dari FIFA terkait kemungkinan pemindahan lokasi pertandingan dari Amerika Serikat ke Meksiko.
Hingga beberapa jam setelah kabar itu pertama mencuat, Reuters telah berupaya menghubungi Gedung Putih, FIFA, dan PSSI-nya Italia (FIGC) serta Iran (FFIRI) tetapi mereka belum memberi jawaban.
Setidaknya, Presiden FIFA, Gianni Infantino, pernah menegaskan beberapa waktu lalu bahwa Iran tetap dijadwalkan tampil sesuai hasil kualifikasi. “Tim Iran akan datang, tentu saja. Kami berharap situasinya akan damai. Itu pasti akan membantu,” kata Infantino dalam konferensi pers di Washington.
Editor : Arief