RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Hasil imbang 3-3 kontra Persiba Balikpapan dalam laga Derbi Kalimantan pekan ke-25 Pegadaian Championship 2025-2026 di Stadion 17 Mei, Sabtu (18/4/2026) malam, menjadi pukulan berat bagi PS Barito Putera.
Laskar Antasari kini melorot ke peringkat tiga klasemen Grup B, dan peluang promosi langsung ke BRI Super League tanpa playoff semakin berat untuk diraih.
Pelatih Barito Putera, Stefano "Teco" Cugurra, mengakui timnya tidak tampil seperti yang diharapkan. Menurutnya, kesalahan-kesalahan individual menjadi biang keladi dari tiga gol yang bersarang di gawang Barito malam itu.
"Kami sudah bermain bagus di beberapa momen, tapi di awal babak pertama kami membuat kesalahan dan mereka langsung mencetak gol. Begitu pula berikutnya — beberapa kesalahan terus terjadi sehingga kami kebobolan hingga tiga gol," ujar Teco.
Lebih jauh, pelatih asal Brasil itu menyebut faktor non-teknis turut memengaruhi performa anak asuhnya. "Saya melihat beberapa pemain tidak tampil seperti biasanya. Ada faktor emosional, tekanan, dan beberapa pemain memang tidak perform malam ini. Padahal kami sudah bekerja keras dalam persiapan," tambahnya.
Sorotan tak hanya datang dari bangku pelatih. Pentolan Barito Mania, Zainu Abdillah atau yang akrab disapa Zezen, menilai sikap terlalu percaya diri menjadi salah satu faktor yang membuat performa sejumlah pemain menurun.
"Kurang performnya beberapa pemain bisa jadi karena percaya diri berlebih dan menganggap tim tamu bisa dikalahkan dengan mudah," kata Zezen, Selasa (21/4/2026).
Ia juga menyoroti fakta pahit bahwa kebobolan tiga gol di kandang sendiri merupakan yang pertama kali terjadi sepanjang kompetisi musim ini. Sebuah catatan yang tentu menjadi alarm bagi Laskar Antasari jelang dua laga terakhir yang tersisa.
"Yang jelas, akibat gagal meraih poin penuh, dua laga terakhir ini jadi makin membuat suporter tegang. Apalagi posisi kami sekarang ada di peringkat tiga. Yang diharapkan bukan hanya Barito bisa sapu bersih kemenangan, tapi juga berharap tim-tim pesaing terpeleset," ungkap Zezen.
Dengan kondisi klasemen yang kian ketat, setiap poin di sisa kompetisi menjadi sangat krusial bagi Barito Putera. Laskar Antasari tak punya ruang untuk sekadar berbagi angka — kemenangan penuh di dua laga terakhir adalah harga mati jika ingin mimpi promosi langsung itu tetap hidup.
Editor : Sutrisno