BANJARMASIN - Hasil imbang 1-1 Barito Putera kontra Persiku Kudus di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Minggu (29/3/2026), menyisakan kepahitan tersendiri bagi kalangan suporter. Kemenangan yang sudah hampir pasti diraih harus lepas begitu saja di penghujung laga yang dramatis.
Sekretaris Umum Barito Mania, Zainu Abdillah yang akrab disapa Zezen, membedah apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Menurutnya, kesalahan utama bermula ketika Barito Putera memilih menurunkan tempo permainan setelah berhasil unggul, alih-alih mempertahankan intensitas untuk menutup laga.
"Saat unggul, Barito sedikit menurunkan tempo dan membiarkan tim tamu menekan. Hilang konsentrasi sepersekian detik, akhirnya kemenangan di depan mata harus buyar di penghujung laga," ujar Zezen.
Meski kecewa, Zezen masih melihat sisi positif dari hasil ini. Fakta bahwa PSS Sleman juga bermain imbang di laga yang sama membuat persaingan di Grup 2 Timur tetap sangat ketat. Barito Putera memang turun ke peringkat tiga dengan 42 poin, namun jarak dengan Persipura di posisi dua dan PSS di puncak masih sangat tipis sehingga segala kemungkinan masih bisa terjadi dalam lima laga sisa.
"Untungnya PSS juga main imbang, persaingan masih sangat ketat meski sekarang Barito turun ke peringkat tiga. Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Kami harap internal tim Barito fokus saja dengan sisa laga dan abaikan hal-hal lain yang dapat mengganggu konsentrasi," kata Zezen.
Terkait ketidakhadiran pelatih kepala Stefano Teco Cugurra di pinggir lapangan yang sempat menjadi sorotan, Zezen menilai hal tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap performa tim. Ia melihat template formasi dan dinamika permainan yang ditampilkan para pemain di lapangan tetap sesuai dengan instruksi Teco.
"Tidak begitu berpengaruh, karena yang ditampilkan di lapangan dari sisi formasi dan dinamika permainan tetap sesuai instruksi Teco juga," ucap Zezen.(bir)
Editor : Arief