Pemain berusia 27 tahun itu baru bergabung dengan Arsenal pada Juli 2025 lalu lewat transfer bernilai EUR 70 juta dari Real Sociedad.
Kepindahannya ke London Utara sempat diiringi spekulasi bahwa Real Madrid, di bawah pelatih saat itu Xabi Alonso, melihat Zubimendi sebagai sosok ideal pengganti Luka Modric yang telah pergi.
Melansir ESPN, saat ditanya langsung mengenai anggapan bahwa dirinya adalah pemain yang dibutuhkan Madrid, Zubimendi memberikan jawaban lugas. “Saya rasa tidak. Real Madrid memiliki lebih dari cukup pemain untuk berprestasi, jadi tidak," katanya.
Fokus Zubimendi saat ini jelas tertuju pada Arsenal. Ia tampil penuh selama 90 menit ketika The Gunners menyingkirkan Chelsea dan melaju ke final Piala Carabao. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perjalanan Arsenal musim ini masih jauh dari selesai.
“Kami telah mengambil langkah pertama, tetapi kami menyadari bahwa ada tiga bulan yang sangat penting di depan,” ujar Zubimendi.
Arsenal sendiri sedang berada dalam posisi yang sangat menjanjikan. Mereka memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan enam poin dari Manchester City dan lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai satu-satunya tim yang menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup.
Namun bagi Zubimendi, semua itu belum berarti apa-apa tanpa trofi. “Ini tentang memenangkannya. Klasemennya bagus, tapi kita akan lihat siapa yang menang," katanya.
Secara individu, Zubimendi menikmati adaptasi yang mulus di Premier League. Ia telah mencatatkan lima gol dan tiga assist dari 33 penampilan bersama Arsenal, kontribusi yang membuatnya cepat menjadi figur penting di lini tengah.
“Ketika Anda merasa penting dan Anda sedang bermain, itu benar-benar menenangkan,” bebernya.
Editor : Arief