Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Skor Kacamata di Maguwoharjo, Barito Putera dan PSS Sleman Gagal Kudeta Puncak Klasemen

M Idris Jian Sidik • Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:29 WIB
DUEL:Pemain Barito Putera berusaha melewati kawalan pemain PSS Sleman dalam laga lanjutan Liga 2  di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (31/1/2026) malam.
DUEL:Pemain Barito Putera berusaha melewati kawalan pemain PSS Sleman dalam laga lanjutan Liga 2 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (31/1/2026) malam.

SLEMAN – Ambisi besar Barito Putera dan PSS Sleman untuk merebut puncak klasemen Pegadaian Championship 2025/2026 Grup 2 harus berakhir tanpa pemenang.

Duel sarat gengsi yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (31/1/2026) malam, ditutup dengan skor kacamata 0-0, dalam laga bertensi tinggi dan penuh drama.

Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan langsung berjalan dalam tempo cepat.

PSS Sleman selaku tuan rumah tampil dominan dengan penguasaan bola dan inisiatif serangan, sementara Barito Putera memilih pendekatan lebih pragmatis melalui skema serangan balik cepat yang mengandalkan transisi dan kecepatan lini depan.

Barito sempat membuat publik Maguwoharjo terdiam pada menit ke-32 ketika bola bersarang ke gawang PSS melalui sepakan Renan Alves.

Namun, kegembiraan itu seketika buyar setelah hakim garis mengangkat bendera tanda offside, membuat gol tersebut dianulir.

Menjelang akhir babak pertama, PSS beberapa kali mengancam.

Tandukan Fachrudin Aryanto yang memanfaatkan umpan sepak pojok Rico Simanjuntak masih melebar dari sasaran.

Tak berselang lama, sepakan tendangan bebas Figo Dennis juga belum menemui hasil setelah bola tepat mengarah ke pelukan kiper Barito, Muhammad Ridho.

Hingga turun minum, skor tetap bertahan tanpa gol.

Memasuki babak kedua, Barito Putera mulai keluar dari tekanan.

Perlahan, Laskar Antasari mengambil alih inisiatif serangan dan mencoba mengontrol tempo permainan.

Namun, rapuhnya sentuhan akhir dan buruknya final pass membuat setiap peluang yang dibangun selalu kandas sebelum benar-benar mengancam gawang PSS.

Drama terjadi pada menit ke-54. PSS hampir memecah kebuntuan lewat sepakan keras Figo Dennis, namun Muhammad Ridho tampil heroik dengan melakukan penyelamatan gemilang.

Bola muntah yang jatuh ke kaki Gustavo Tocantins kembali disapu Ridho, meski dalam situasi tersebut Tocantins sudah berada dalam posisi offside.

Aksi double save itu menjadi salah satu momen krusial dalam laga.

Di sisi lain, Barito kembali melakukan perubahan pemain.

Cornelius Stewart, yang kembali menjadi sorotan sejak bergabung, harus ditarik keluar pada menit ke-62 dan digantikan oleh Wildan Ramdhani.

Tekanan PSS kembali memuncak di menit ke-83. Jehan Pahlevi sukses mengecoh barisan pertahanan Barito dan tinggal berhadapan dengan kiper.

Namun, sekali lagi Muhammad Ridho menjadi tembok terakhir yang tak tertembus, menepis sepakan Jehan dan menyelamatkan gawang Laskar Antasari dari kebobolan.

Tambahan waktu delapan menit pun tak mampu mengubah keadaan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tetap bertahan, menutup duel panas yang penuh tensi, emosi, dan kontak fisik.

Hasil imbang ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin.

Barito Putera gagal mengkudeta puncak klasemen dan mengoleksi 37 poin, sama dengan Persipura Jayapura, namun kalah selisih gol.

Sementara PSS Sleman melorot ke di posisi ketiga. Dengan demikian, Persipura Jayapura resmi menutup putaran kedua Pegadaian Championship 2025/2026 sebagai pemuncak klasemen Grup 2.

Editor : Fauzan Ridhani
#pss sleman #tanpa gol #liga 2 #stadion maguwoharjo #Barito Putera