VILLARREAL - Gol penalti Panenka Kylian Mbappe ke gawang Villarreal seharusnya menjadi momen selebrasi biasa. Namun, alih-alih mendapat pujian, aksi penyerang Real Madrid itu justru memantik kontroversi.
Melansir Sports Illustrated, dedikasi golnya kepada Brahim Diaz dinilai sebagian pihak sebagai gestur yang keliru bahkan menyedihkan.
Dalam laga pada Minggu (25/1) tersebut, Real Madrid sudah unggul 1-0 lewat gol jarak dekat Mbappe tak lama setelah jeda. Di masa tambahan waktu, sang bintang Prancis kembali menjadi sorotan setelah memenangkan penalti.
Ia bangkit, membersihkan diri, lalu mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka yang tenang, mengecoh kiper Villarreal dengan bola melambung ke tengah gawang.
Usai mencetak gol, Mbappe berlari ke sudut lapangan dan merayakannya dengan gestur tangan yang menirukan lintasan penalti.
Brahim Diaz, yang baru masuk sebagai pemain pengganti di 10 menit akhir—penampilan kompetitif pertamanya sejak malam pahit di Rabat—ikut berada di sekitar sang pencetak gol.
“Untukmu, untukmu,” teriak Mbappe ke arah Brahim. Seusai laga, ia menegaskan bahwa gestur tersebut dilakukan “sebagai penghormatan” bagi rekan setimnya yang sedang terluka.
Beberapa hari sebelumnya, Brahim Diaz mengalami salah satu momen paling menyakitkan dalam kariernya. Maroko hanya selangkah dari gelar Piala Afrika pertama dalam 50 tahun saat wasit menunjuk titik penalti di menit-menit akhir final melawan Senegal.
Brahim, yang mendapat penalti tersebut, harus menunggu lebih dari 15 menit karena protes panjang dari kubu lawan.
Penundaan itu terbukti fatal. Ketika laga dilanjutkan, Brahim mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka, namun bola melambung lemah dan langsung ditangkap kiper Senegal.
Kegagalan itu terasa begitu menyakitkan, sampai memunculkan berbagai spekulasi tak masuk akal di ruang publik.
Editor : Arief