BALIKPAPAN – PS Barito Putera akan menjalani laga sarat gengsi saat menghadapi Persiba Balikpapan pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Duel bertajuk ‘Derbi Kalimantan’ itu akan digelar di Stadion Batakan, Balikpapan, Sabtu (24/1) malam.
Datang sebagai pemuncak klasemen sementara Grup B, Barito membawa misi penting: menjaga konsistensi demi mengamankan jalur promosi ke Liga 1. Saat ini, Laskar Antasari mengoleksi 36 poin dari 16 pertandingan.
Pelatih Barito Putera, Stefano “Teco” Cugurra menegaskan timnya siap tempur meski hasil pertandingan terakhir belum memuaskan. Barito gagal meraih kemenangan saat menghadapi Persipura Jayapura. Namun, Teco menilai performa tim menunjukkan perkembangan positif. “Kami punya persiapan yang bagus dalam latihan. Di pertandingan terakhir melawan Persipura, tim sudah bermain lebih baik meski belum beruntung untuk menang. Mudah-mudahan besok semua pemain bisa tampil maksimal dan mendapatkan hasil positif,” ujar Teco dalam pre-match press conference, Jumat (23/1) sore.
Teco menegaskan laga melawan Persiba tidak akan berjalan mudah. Selain faktor rivalitas regional, tuan rumah dipastikan tampil dengan motivasi tinggi di hadapan publik sendiri. “Kami butuh poin untuk bertahan di posisi atas, tapi Persiba juga pasti punya motivasi besar untuk memperbaiki posisi mereka. Jadi ini akan jadi pertandingan yang seru,” katanya.
Barito Putera harus menghadapi laga ini tanpa sejumlah pemain penting. Rizky Pora dan Fabiano Beltrame dipastikan absen akibat akumulasi kartu. Namun, Teco tetap percaya pada kedalaman skuatnya. “Pora pemain penting, sudah lama di klub dan cocok dengan sistem saya. Tapi kami sudah beberapa kali bermain tanpa dia, dan pemain lain siap menggantikan,” jelasnya.
Dalam sesi latihan terakhir, Teco juga memberi perhatian khusus pada penyelesaian akhir. Menurutnya, Barito kerap menciptakan peluang, namun belum cukup efektif dalam mencetak gol. “Kami sudah melatih passing terakhir, crossing, dan finishing. Di pertandingan, pemain harus lebih tenang dan fokus. Lawan Persipura, dua bola kami kena tiang. Mudah-mudahan keberuntungan datang besok,” ucapnya.
Dari kubu pemain, Aimar Iskandar menegaskan tekad tim untuk bangkit dan membawa pulang kemenangan dari Balikpapan. “Setelah gagal meraih hasil maksimal di dua pertandingan sebelumnya, kami sebagai pemain membawa motivasi lebih besar. Kami sudah sangat siap dan berharap bisa membawa tiga poin kembali ke Banjarmasin,” ujar Aimar.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada pendukung Barito Putera.
“Motivasi kami datang dari Banjarmasin. Mohon doa dan dukungan dari seluruh suporter agar kami bisa membawa hasil terbaik dari Balikpapan,” katanya.
Manajemen Persiba menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung setia Beruang Madu yang belum dapat memberikan dukungan langsung dari tribun stadion pada pertandingan kali ini. "Kami memohon maaf kepada seluruh pendukung setia Persiba Balikpapan yang mengakibatkan tidak dapat mendukung langsung di stadion pada pertandingan ini," bunyi pernyataan klub di media sosialnya yang dikutip pada Kamis (22/1).
Meski demikian, Persiba berharap dukungan moral dari suporter tetap mengalir untuk tim, meskipun dari jarak jauh. "Doa dan semangat dari mana pun berada diyakini tetap menjadi kekuatan penting bagi perjuangan tim di atas lapangan," lanjut tersebut.
Merespons hal tersebut, banyak pendukung bertanya-tanya mengapa manajemen Persiba menggelar pertandingan tanpa penonton. Sebab, Persiba saat ini perlu dukungan untuk bertahan di Pegadaian Championship 2025 2026. Hingga pekan 16, Persiba di peringkat 8 Klasemen Wilayah Timur Pegadaian Championship dengan mengantongi 11 poin atau selisih 3 poin dari PSIS Semarang yang berada di zona degradasi pada peringkat 9.
Salah satu alasan yang mencuat mengapa tanpa penonton ini diduga dampak dari keputusan Komdis. Sebelumnya Persiba juga tanpa penonton saat takluk 1-2 dari Persipura Jayapura (12/1/2026).
Dikutip dari situs resmi PSSI, berdasarkan Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI tanggal 2 dan 3 Januari 2026 ada dua sanksi yang dijatuhkan kepada Persiba Balikpapan. Pertama, didenda Rp25 juta karena tidak menyediakan transportasi berupa mini bus dan mobil box untuk Tim Kendal Tornado FC saat bertanding pada 28 Desember 2025. Kedua, didenda Rp60 juta karena terjadi penyalaan 6 buah flare di Tribun sebelah Selatan yang dilakukan oleh penonton Persiba Balikpapan pada saat menghadapi Kendal Tornado FC.
Editor : Arief