MANCHESTER - Michael Carrick resmi memulai era barunya sebagai manajer Manchester United (MU), Rabu (14/1). Ia membawa filosofi sepak bola yang menekankan fleksibilitas taktik. Pendekatan ini sangat berbeda dibanding era Ruben Amorim yang kerap menuai kritik.
Legenda lini tengah Old Trafford itu ditunjuk sebagai manajer menggantikan Darren Fletcher, tak lama setelah Amorim dipecat pada 5 Januari 2026. Carrick datang dengan misi jelas, membawa Setan Merah kembali ke kompetisi elite Eropa musim depan dalam sisa 17 pertandingan musim ini.
Selama 14 bulan terakhir, Amorim dikenal sangat kukuh dengan formasi 3-4-2-1. Bahkan sikap keras kepalanya itu sempat memicu perdebatan panas dengan direktur sepak bola MU, Jason Wilcox. Kini, Carrick menegaskan adaptasi dan keterbukaan menjadi kunci utama.
“Tentu saja kami ingin memenangkan pertandingan,” ujar Carrick kepada MUTV, seperti dikutip dari The Sun.
“Ada banyak cara untuk melakukannya. Setiap pertandingan punya situasi berbeda dan terkadang Anda harus bermain dengan cara tertentu," imbuh dia.
Carrick menekankan pendekatan kolektif dan pengembangan individu pemain sebagai fondasi kebangkitan Setan Merah. “Saya menikmati bekerja dengan para pemain dan membantu mereka berkembang secara individu. Kami semua berada dalam satu perahu. Penting bagi kami untuk saling menjaga,” ujarnya.
“Saya ingin memainkan sepak bola yang menarik, positif, ekspresif, dan memberi kegembiraan. Saya ingin duduk di tepi kursi saat menonton tim ini bermain," tambahnya.
Secara taktik, Carrick diperkirakan akan mengusung formasi 4-2-3-1. Sistem tersebut pernah ia gunakan saat menjadi caretaker pada 2021, dengan mencatatkan dua kemenangan dari tiga laga. Meski begitu, Carrick menegaskan formasi bukanlah harga mati dan bisa berubah sesuai lawan serta komposisi pemain.
“Mendapat tanggung jawab memimpin Manchester United adalah sebuah kehormatan,” kata Carrick dalam pernyataan resminya.
“Saya tahu apa yang dibutuhkan untuk sukses di sini. Fokus saya sekarang adalah membantu para pemain mencapai standar tinggi yang dituntut klub ini.”
Carrick juga menyatakan keyakinannya terhadap skuad saat ini. “Saya sudah bekerja dengan beberapa pemain sebelumnya dan terus mengikuti perkembangan tim. Saya percaya penuh pada kualitas, dedikasi, dan kemampuan mereka," urainya.
Editor : Arief