Laga yang berlangsung di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/1/2025), berakhir dengan skor 0-0.
Menurut Teco, jalannya pertandingan memperlihatkan kedua tim lebih menonjolkan kekuatan bertahan dibandingkan agresivitas menyerang. Barito Putera sebenarnya sempat menciptakan sejumlah peluang, namun belum cukup efektif untuk mengubahnya menjadi gol.
“Saya melihat dua tim lebih kuat di bertahan daripada menyerang. Kami bertahan cukup baik dan punya beberapa peluang, tapi memang tidak banyak yang benar-benar berbahaya,” ujar Teco seusai pertandingan.
Pelatih asal Brasil tersebut menilai hasil imbang ini relatif adil, mengingat Persela maupun Barito Putera sama-sama tampil disiplin dan saling menutup ruang sepanjang pertandingan.
Meski begitu, Teco tidak menampik bahwa performa timnya belum berada di level terbaik. Absennya sejumlah pemain inti turut memengaruhi keseimbangan permainan Laskar Antasari.
“Kalau pemain lebih komplet, tentu kami bisa bermain lebih baik. Tapi pemain yang tampil juga harusnya bisa menunjukkan performa lebih maksimal,” tambahnya.
Hasil seri ini tetap menjaga posisi Barito Putera di puncak klasemen sementara wilayah timur dengan koleksi 35 poin, sekaligus mempertahankan tren positif di sektor pertahanan.
Dari sudut pandang suporter, Sekretaris Barito Mania (Bartman), Zainu Abdillah atau Zezen, menilai satu poin di Lamongan patut disyukuri. Ia menyoroti ketatnya pertandingan serta kondisi tim yang tidak turun dengan kekuatan penuh.
“Pertandingan berjalan alot dan Barito juga tidak tampil full team. Jadi hasil imbang ini masih layak diapresiasi,” ujar Zezen saat diwawancarai, Senin (12/1/2026).
Zezen juga memberikan catatan positif terhadap lini belakang Barito Putera yang kembali tampil solid. Dalam lima pertandingan terakhir, gawang Barito tercatat belum kebobolan.
“Lini pertahanan kembali bermain apik, ini modal bagus untuk laga-laga ke depan,” katanya.
Namun demikian, ia menyoroti insiden kartu merah yang kembali diterima pemain Barito Putera. Setelah pekan sebelumnya Pora mengalami hal serupa, kali ini Fabiano harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
“Manajemen emosi pemain perlu dibenahi. Mungkin di sela latihan bisa diselingi kegiatan yang membuat mental dan pikiran pemain lebih rileks, supaya fokus tetap terjaga pada target klub,” pungkas Zezen.
Editor : Sutrisno