Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tak Lagi Proyek Jangka Pendek, PSSI Sebut John Herdman Proyek Jangka Panjang

admin • Kamis, 8 Januari 2026 | 11:15 WIB
TIMNAS: Ilustrasi Timnas Indonesia U-20 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
TIMNAS: Ilustrasi Timnas Indonesia U-20 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

JAKARTA - PSSI menyebut Timnas Indonesia yang baru mengumumkan pelatih anyar, John Herdman, tak akan lagi memakai proyek jangka pendek. PSSI menyatakan bahwa Herdman menjadi bagian penting dalam proyek panjang sepak bola nasional.

”Bukan sekadar mengisi kursi pelatih kepala, kehadiran John Herdman di Timnas Indonesia diposisikan sebagai bagian dari proyek jangka panjang sepak bola nasional,” tulis PSSI melalui keterangan resminya, Senin (5/1).

John Herdman ditunjuk PSSI menjadi pelatih timnas Indonesia pada Sabtu (3/1), menggantikan Patrick Kluivert yang dipecat pada Oktober tahun lalu. Di Indonesia, pelatih asal Inggris itu dikontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun atau 2+2, dengan ia juga akan melatih timnas U-23.

Skema melatih timnas U-23, seperti yang dilakukan Shin Tae-yong dulu, menurut PSSI, dimaksudkan untuk memastikan integrasi antara dua level tim nasional. Sehingga transisi pemain muda menuju skuad utama berjalan lebih sistematis.

”PSSI memberi mandat besar kepada John Herdman untuk menangani Timnas Senior sekaligus U-23, membangun kesinambungan skuad, hingga memperkuat fondasi pembinaan usia muda dan kapasitas pelatih lokal,” tambah PSSI.

Dikutip dari The Canadian Press dan Toronto Star, John Herdman melihat Indonesia sebagai proyek pengembangan, bukan semata tantangan kompetitif jangka pendek. Dia menilai potensi pemain lokal dan diaspora sebagai modal besar untuk membangun sistem yang berkesinambungan.

 “Ini tentang menemukan proyek yang tepat, proyek yang bisa membuat Anda merasakan gairah dan intensitas para penggemar,” ujar Herdman.

”Apa yang saya lihat, sumber talenta itu ada. Rasanya sangat mirip dengan Kanada. Negara besar, potensi besar dengan para pemain lokal, tetapi juga memiliki kemampuan merekrut pemain berdarah campuran," tambah pelatih yang membawa timnas Kanada menyudahi dahaga 36 tahun sewaktu lolos ke Piala Dunia 2022 tersebut.

Pendekatan jangka panjang ini mendapat sambutan dari kalangan sepak bola nasional. Legenda timnas Indonesia Rully Nere menilai, kehadiran Herdman membuka ruang besar bagi penguatan ekosistem kepelatihan di dalam negeri.

”Kehadiran John Herdman bagus untuk perkembangan sepak bola Indonesia,” ujar Rully.

Dia berharap program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada transfer ilmu. ”Para pelatih lokal bisa menimba ilmu dari John Herdman, terutama saat dia bersama staf kepelatihannya nanti aktif dalam berbagai kursus pelatih,” lanjut Rully.

Di tingkat klub, pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza berharap agar Herdman mampu membawa dampak positif bagi masa depan tim Garuda, termasuk lolos ke Piala Dunia 2030. ”Saya berharap prosesnya berjalan dengan baik untuk bisa masuk Piala Dunia,” kata Mauricio Souza. (jp)

Editor : Arief
#John Herdman #pssi #Timnas Indonesia