Setelah hampir tujuh tahun menanti, kembalinya Laskar Antasari ke stadion legendaris itu dirayakan dengan penuh antusias, meski jalannya laga membuat jantung penonton berdebar hingga menit akhir.
Sekretaris Umum Barito Mania, Zainu Abdillah yang akrab disapa Zezen, mengakui pertandingan tersebut menjadi salah satu laga paling menegangkan bagi suporter musim ini. Absennya sejumlah pemain kunci membuat kemenangan terasa sangat mahal.
“Cukup dibuat tegang karena lini depan sudah ditinggal Moreno dan Alex juga absen. Saat dapat kartu merah di babak kedua, dengan posisi cuma unggul satu gol, itu benar-benar bikin suporter deg-degan sampai peluit akhir,” ujar Zezen saat diwawancarai, Selasa (6/1/2026).
Meski demikian, Zezen menilai atmosfer Stadion 17 Mei memberikan energi yang sangat berbeda dibandingkan laga-laga kandang sebelumnya di Stadion Demang Lehman (SDL).
“Auranya sangat terasa beda. Lebih dari tujuh ribu penonton hadir, 17 Mei hampir full house. Jumlah seperti ini belum bisa kita capai waktu main di SDL selama Barito di Liga 2,” katanya.
Antusiasme suporter juga disorot Koordinator Ultras 1988, Muhammad Rey, yang mewakili dukungan dari Tribun Selatan. Ia menilai kemenangan tetap patut disyukuri, namun secara permainan Barito Putera masih memiliki pekerjaan rumah besar.
“Menurut pandangan saya, setelah match lawan Kudus, permainan masih kurang memuaskan. Terutama karena tidak adanya striker yang tajam dan gelandang serang yang benar-benar mumpuni,” ucap Rey.
Ia berharap manajemen dan pelatih Stefano Cugurra dapat segera menemukan sosok yang tepat untuk mengisi kekosongan tersebut, terutama jika Barito Putera memiliki ambisi besar ke depan.
“Semoga Coach Teco bisa mencari striker dan gelandang serang yang layak untuk Barito ke depannya. Apalagi kalau misalnya kita juara dan naik ke Liga 1, menurut saya komposisi pemain sekarang masih belum cukup untuk bersaing di kasta tertinggi,” tegasnya.
Tak hanya soal teknis di lapangan, Rey juga menyampaikan pesan reflektif bagi sesama suporter, khususnya yang berada di Tribun Selatan.
“Untuk kawan-kawan yang nonton di tribun selatan, usahakan nge-chant dan berdiri penuh 2 x 45 menit. Tribun belakang gawang bukan buat duduk dan diam saja,” ujarnya.
Kemenangan atas Persiku Kudus memang memperkokoh posisi Barito Putera di puncak klasemen, namun suara-suara dari tribun menunjukkan bahwa euforia kepulangan ke Stadion 17 Mei berjalan beriringan dengan harapan besar: tim yang semakin kuat, permainan yang lebih tajam, dan dukungan suporter yang kian solid dari menit pertama hingga laga berakhir.
Editor : Sutrisno