Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lama Tak Berlaga di Sini, Stadion 17 Mei Kembali Angker, Barito Putera Tekuk Persiku Kudus

M Idris Jian Sidik • Selasa, 6 Januari 2026 | 09:10 WIB
EUFORIA: Pemain Barito Putera merayakan kemenangan bersama suporter usai menundukkan Persiku Kudus 1-0 pada laga perdana kembali ke Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Senin (5/1/2026).
EUFORIA: Pemain Barito Putera merayakan kemenangan bersama suporter usai menundukkan Persiku Kudus 1-0 pada laga perdana kembali ke Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Senin (5/1/2026).

BANJARMASIN — Stadion 17 Mei kembali menunjukkan keangkerannya bagi tim tamu. Setelah hampir tujuh tahun meninggalkan rumah legendarisnya, PS Barito Putera menandai kepulangan itu dengan kemenangan manis atas Persiku Kudus pada pekan ke-14 Pegadaian Championship 2025/2026, Senin (5/1/2026) petang.

Gol tunggal Rizky Pora memastikan tiga poin sekaligus menyempurnakan euforia publik Banua yang memadati stadion sejak siang.

Sejak menit awal, atmosfer pertandingan terasa berbeda. Barito langsung mengambil inisiatif permainan, menguasai penguasaan bola, dan menekan dari kedua sisi lapangan. Dukungan suporter yang memenuhi tribun memberi energi tambahan bagi tim berjuluk Laskar Antasari itu.

Serangan demi serangan dilancarkan tuan rumah. Peluang sempat hadir melalui sundulan Renan Alves yang menyambut bola mati, namun masih melenceng tipis dari gawang Persiku Kudus. Di sisi lain, tim tamu mencoba meredam tekanan lewat permainan bola pendek dan mengandalkan Igor Costa sebagai ujung tombak.

Meski demikian, soliditas lini belakang Barito membuat Persiku kesulitan menciptakan peluang bersih. Beberapa upaya tim Macan Muria mampu diantisipasi dengan baik, sehingga skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Barito Putera tampil lebih agresif. Dorongan suporter seolah menjadi “pemain ke-12” yang memacu Rizky Pora dan kawan-kawan untuk terus menekan. Hasilnya datang pada menit ke-53.

Berawal dari umpan silang Frendi Saputra ke kotak penalti, bola liar sempat mengenai Muhammad Wildan sebelum jatuh di kaki Rizky Pora. Tendangan keras Pora tak mampu dibendung kiper Persiku, Nuri Agus. Stadion 17 Mei pun bergemuruh menyambut gol pertama Barito sejak kembali bermain di stadion bersejarah itu.

Keunggulan 1-0 semakin menyulut antusiasme penonton. Barito tetap mencoba menyerang. Namun, situasi berubah ketika Rizky Pora harus meninggalkan lapangan pada menit ke-73 usai menerima kartu merah setelah tinjauan VAR.

Bermain dengan 10 pemain, Barito Putera memilih bertahan disiplin. Persiku Kudus memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan melancarkan tekanan bertubi-tubi. Meski demikian, lini pertahanan Laskar Antasari tampil solid hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Barito Putera. Selain menjaga posisi di puncak klasemen Grup B, hasil tersebut juga menjadi kemenangan perdana mereka di Stadion 17 Mei setelah terakhir kali tampil di sana pada Juni 2019.

Pelatih Barito Putera, Stefano “Teco” Cugurra, menyebut kemenangan ini terasa istimewa karena diraih di hadapan publik sendiri. “Kami butuh kemenangan hari ini untuk bertahan di posisi satu. Bermain di Stadion 17 Mei dengan dukungan suporter membuat pemain punya semangat lebih,” ujar Teco.

Ia mengakui pertandingan berjalan sulit, terlebih setelah timnya harus bermain dengan 10 pemain. Namun, menurutnya, kedisiplinan menjadi kunci. “Setelah 1-0 dan kami kehilangan satu pemain, pertandingan jadi lebih susah. Tapi kami fokus bertahan dengan benar, dan itu cukup untuk menang,” tambahnya.

Frendi Saputra juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali merumput di Stadion 17 Mei. “Kami sangat bersyukur bisa main lagi di sini. Atmosfernya luar biasa. Semoga dengan kembalinya kami ke Stadion 17 Mei, Barito bisa terus naik dan tampil lebih baik lagi,” ujarnya.

Pelatih Persiku Kudus, Bambang Pujo Soemantri mengakui atmosfer Stadion 17 Mei memberi warna tersendiri pada pertandingan. “Stadion penuh, suasananya hidup, pertandingan jadi menarik. Selamat untuk Barito atas tiga poin hari ini,” ucapnya.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#banjarmasin #liga indonesia #Stadion #persiku kudus #Barito Putera