Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ujian Konsistensi Laskar Antasari, Barito Putera vs Persiku Kudus di Stadion 17 Mei Banjarmasin

M Idris Jian Sidik • Senin, 5 Januari 2026 | 10:23 WIB
JELANG LAGA: Pelatih kepala Barito Putera Stefano “Teco” Cugurra bersama kapten tim Bayu Pradana saat memberikan keterangan pers jelang laga kontra Persiku Kudus pada pekan ke-14
JELANG LAGA: Pelatih kepala Barito Putera Stefano “Teco” Cugurra bersama kapten tim Bayu Pradana saat memberikan keterangan pers jelang laga kontra Persiku Kudus pada pekan ke-14

BANJARMASIN — Laga Barito Putera kontra Persiku Kudus pada pekan ke-14 Pegadaian Championship 2025/2026 bukan hanya soal perebutan tiga poin. Pertandingan yang akan digelar di Stadion 17 Mei, Senin (5/1/2026) sore, juga memuat dimensi emosional dan tekanan tersendiri bagi tuan rumah yang akhirnya kembali ke stadion legendaris mereka setelah hampir tujuh tahun.

Barito Putera datang dengan posisi yang relatif aman di papan atas, namun kehilangan satu pemain asing, Jaime Moreno, serta absennya Bima Reksa akibat akumulasi kartu membuat laga ini jauh dari kata mudah. Pelatih kepala Barito Putera, Stefano “Teco” Cugurra, menyadari betul bahwa situasi tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari kerasnya kompetisi.

“Liga ini tidak mudah. Semua tim butuh poin, termasuk Persiku dan kami juga. Jadi kami harus respek pada mereka, karena situasi kami sama-sama perlu poin untuk posisi yang lebih baik,” ujar Teco dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan, Minggu (4/1/2026).

Teco menegaskan, absennya pemain akibat kartu atau transfer bukan alasan untuk menurunkan target. Menurutnya, Barito telah menyiapkan opsi lain melalui proses latihan yang berkesinambungan.

“Soal pemain tidak ada atau akumulasi kartu, itu biasa. Hampir setiap pertandingan ada saja. Yang penting kami sudah latih pemain lain, kami support 100 persen, dan mereka siap tampil,” katanya.

Di sisi lain, kembalinya Barito Putera ke Stadion 17 Mei menjadi faktor non-teknis yang tak bisa diabaikan. Stadion ini terakhir kali digunakan Barito pada Juni 2019, sebelum renovasi panjang memaksa klub berpindah kandang. Kini, atmosfer “rumah” kembali menyelimuti Laskar Antasari—dan itu membawa dua sisi mata uang.

Kapten tim Barito Putera, Bayu Pradana, mengakui bermain kembali di Stadion 17 Mei memberi dorongan emosional besar bagi pemain.

“Ini rumah kami. Bermain di sini setelah sekian lama pasti menimbulkan rasa senang, dan dari rasa senang itu muncul motivasi tinggi,” ujar Bayu.

Namun, Bayu juga menegaskan bahwa motivasi tersebut harus diterjemahkan dalam kerja keras, bukan sekadar euforia.

“Kami sepakat sebagai pemain untuk bekerja lebih keras lagi, tampil lebih fokus, dan memberikan permainan terbaik agar bisa mendapatkan tiga poin,” tambahnya.

Persiku Kudus sendiri datang ke Banjarmasin dengan tekad bangkit setelah hasil minor di laga sebelumnya ditekuk Deltras FC dikandang sendiri 2-4.

Pelatih Persiku, Bambang Pujo Soemantri, menyebut timnya telah melakukan analisis menyeluruh usai menghadapi Deltras dan siap memberi perlawanan.

“Kami datang ke sini dengan persiapan. Setelah laga kemarin, kami sudah menganalisis apa yang harus kami lakukan untuk menghadapi Barito,” ujar Bambang.

Menariknya, Bambang menilai kembalinya Barito ke Stadion 17 Mei bukan hanya keuntungan bagi tuan rumah, tetapi juga tekanan.

“Bermain di 17 Mei itu bagus untuk Barito, tapi di sisi lain juga menjadi tekanan karena dukungan suporter yang besar. Tekanan itu membuat pemain harus tampil maksimal,” katanya.

Dari sisi teknis, Persiku dikenal memiliki lini depan yang cukup agresif, sesuatu yang disadari penuh oleh Teco. Ia menegaskan Barito harus tetap disiplin dan fokus, seperti saat pertemuan pertama di Kudus.

“Di putaran pertama kami main away dan bisa menang. Besok kami harus tetap respek, fokus, dan bermain lebih benar, lebih bagus,” ucap Teco.

Pertandingan ini pun diprediksi berlangsung ketat. Barito Putera membawa modal kepercayaan diri, rekor kandang yang ingin dibangun kembali, serta dukungan penuh publik Banua.

Sementara Persiku Kudus datang tanpa beban, dengan misi mencuri poin dan memanfaatkan tekanan yang mungkin menghampiri tuan rumah.

Di Stadion 17 Mei, nostalgia, harapan, dan tensi kompetisi akan bertemu. Bagi Barito Putera, ini bukan hanya tentang mempertahankan posisi di klasemen, tetapi juga tentang membuktikan bahwa rumah lama mereka masih menjadi benteng yang sulit ditaklukkan.

Editor : Arief
#liga indonesia #persiku kudus #Barito Putera