Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Rafinha Hijrah ke PSIS Semarang, PSIM Yogyakarta Pensiunkan Nomor Punggung 91

admin • Rabu, 31 Desember 2025 | 19:09 WIB
HIJRAH: Bomber PSIM Yogyakarta Rafael de Sa Rodrigues (Rafinha). (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com)
HIJRAH: Bomber PSIM Yogyakarta Rafael de Sa Rodrigues (Rafinha). (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com)

SEMARANG - PSIM Yogyakarta resmi memensiunkan nomor punggung 91, nomor ikonik milik striker Rafael de Sa Rodrigues atau Rafinha. Itu setelah sang pemain hengkang ke PSIS Semarang. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Rafinha yang mengantarkan Laskar Mataram kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional setelah penantian 18 tahun.

“Nomor punggung dipensiunkan, warisan tetap hidup. PSIM Jogja mengumumkan bahwa nomor punggung 91 dipensiunkan secara permanen untuk menghormati Rafael de Sa Rodrigues,” tulis akun Instagram resmi PSIM seperti dikutip Antara, Selasa (30/12).

Rafinha menjadi aktor utama kesuksesan PSIM musim lalu. Striker asal Brasil itu mencetak 20 gol dari 22 pertandingan, sekaligus membawa PSIM menjuarai Liga 2 dan promosi ke Liga 1. Salah satu gol krusialnya tercipta pada final Liga 2 saat PSIM menaklukkan Bhayangkara Presisi FC 2-1 di Stadion Manahan, Solo.

Namun, perjalanan Rafinha di kompetisi kasta tertinggi yang kini bernama Super League tidak berjalan mulus. Dari 15 laga yang telah dijalani PSIM musim ini, ia hanya tampil tiga kali dan tidak sekalipun sebagai starter. Posisi penyerang utama lebih sering dipercayakan kepada Nermin Haljeta yang telah mencatatkan empat gol dan tiga assist.

Minimnya menit bermain membuat Rafinha memilih melanjutkan karier bersama PSIS Semarang yang berlaga di Liga 2 Championship demi mendapatkan kesempatan bermain reguler. PSIS sendiri tengah berada dalam situasi sulit dengan menghuni dasar klasemen Grup B, mengoleksi lima poin dari 13 pertandingan. “Kami berdiskusi untuk mencari solusi terbaik bersama-sama. Akhirnya, kami sepakat melepas Rafa (nama panggilan Rafael De Sa Rodrigues) ke PSIS Semarang,” ujar Manajer PSIM, Razzi Taruna.

Rafinha mengakui keputusannya meninggalkan Yogyakarta bukan hal mudah. Ia menyebut memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub, suporter, dan Kota Jogja. “Saya rasa, saya tidak akan pernah merasakan momen seperti ini lagi. Perasaan saya sekarang campur aduk, antara sedih dan senang,” kata striker 33 tahun itu.

Meski berpisah, Rafinha tetap mendoakan kesuksesan PSIM. Saat ini, Laskar Mataram menempati posisi kelima klasemen dengan 24 poin, menjadi tim promosi terbaik dibanding Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Persijap Jepara. “Tetaplah berjuang untuk klub ini. Saya berharap semua pemain bekerja keras dan pantang menyerah,” tuturnya.

Editor : Arief
#PSIS #psim