LONDON - Chelsea tampil perkasa di Liga Champions dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Barcelona pada Selasa (25/11), menghidupkan kembali memori kejayaan lama di Stamford Bridge dan membuka jalan menuju tiket otomatis ke fase berikutnya.
Sementara itu, Barcelona kini harus berjuang keras untuk menghindari playoff.The Blues tampil dominan sejak menit awal. Barcelona justru dibuat tak bertaji dan kehilangan kapten Ronald Araujo yang dikartu merah menjelang babak pertama berakhir.
Sebuah gol bunuh diri Jules Kounde membuka keunggulan Chelsea, disusul gol spektakuler Estevao dan penyelesaian Liam Delap. Chelsea bahkan sempat mencetak tiga gol lain yang semuanya dianulir.
“Sejak saya mulai bermain secara profesional, ini mungkin momen terbaik saya. Saya sangat bahagia,” ujar pemain Chelsea, Estevao yang baru berusia 18 tahun.
Sejak pertandingan dimulai, Chelsea terlihat seperti kembali ke masa kejayaan mereka, menguasai bola dengan percaya diri, mengalirkan umpan-umpan cepat, dan menyerang dari kedua sisi lapangan.
Barcelona sebaliknya, tampil jauh dari identitas lama mereka yang dikenal dengan penguasaan bola dan permainan kombinasi rapi. Pada laga ini, mereka nyaris tak mampu mengalirkan tiga umpan beruntun.
Pada laga itu, Estevao memamerkan aksi individu menawan: melewati dua pemain sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit ke atap gawang. “Itu terjadi begitu cepat,” kata Estevao.
“Saya menemukan ruang, menggiring bola, lalu melepaskan tembakan. Momen spesial dalam karier saya," tambahnya.
Sementara Chelsea merayakan bintang mudanya, wonderkid Barcelona Lamine Yamal justru terlihat tak berkutik dan frustrasi. Bermain tak maksimal dan minim peluang, Yamal ditarik keluar pada menit ke-78.
Hasil ini mengangkat Chelsea ke zona delapan besar yang menjanjikan tiket otomatis, dengan laga menghadapi Pafos, Atalanta, dan Napoli di depan mata.
Sedangkan Barcelona, yang sebelumnya sejajar dengan Chelsea, kini berada dalam posisi sulit dan harus mengumpulkan poin dari Eintracht Frankfurt, Slavia Prague, dan FC Copenhagen untuk menghindari playoff.
Editor : Muhammad Rizky