RABAT –Tim nasional Nigeria dipastikan absen di Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Republik Demokratik (RD) Kongo, dalam final playoff kualifikasi zona Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada Senin (17/11).
Nigeria dan RD Kongo bermain imbang dengan skor 1-1 hingga akhir perpanjangan waktu. Pertandingan yang berlangsung di Stade Prince Heritier Moulay Hassan, Rabat, Maroko, tersebut diawali gol pembuka Franck Onyeka untuk mengawali kedudukan Nigeria di babak pertama.
Memasuki babak kedua, RD Kongo berhasil menyamakan kedudukan melalui Meschak Elia setelah memanfaatkan umpan silang dari Cedric Bakambu. Hingga akhir babak kedua, kedudukan tidak berubah untuk kedua tim.
Pertandingan berlangsung hingga perpanjangan waktu. Namun kedudukan tetap imbang tak berubah. Kemudian dilanjutkan babak adu penalti.
Pelatih RD Kongo Sebastian Desabre melakukan pergantian pemain dengan memasukkan kiper pengganti Timothy Fayulu. Keputusan itu terbukti jitu. Fayulu melakukan dua kali penyelamatan krusial. Kapten Chancel Mbemba mencetak gol penentu kemenangan untuk RD Kongo.
Sementara itu, saat adu penalti berlangsung, Pelatih timnas Nigeria Eric Chelle terlihat emosi. Ia berteriak dan hendak menghampiri staf pelatih Kongo. Chelle bahkan hendak melempar botol air mineral, tetapi berhasil digagalkan.
Selepas pertandingan, Chelle menyebut pemain Kongo dan staf pelatih menggunakan 'maraboutage'. Ini adalah istilah yang dikaitkan dengan manipulasi spritual dalam bentuk ilmu hitam.
"Para pemain RD Kongo sedang melakukan maraboutage. Selama adu penalti para pemain Kongo melakukan voodoo. Inilah mengapa saya gugup menghadapinya," kata Chele dilansir dari Pulse Sports.
Tuduhan ini langsung dibantah pihak Kongo. Mereka membantah ada praktik maraboutage dari para pemain atau staf kepelatihan. Menurut pihak Kongo, Chelle frustrasi usai kalah penalti.
Dengan hasil ini, Kongo akan menjadi wakil Afrika dalam play off antarbenua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka akan berhadapan dengan wakil Asia, Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Utara, serta Oseania.
Editor : Arief