Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Neymar Frustasi di Santos, Ditarik Ke Luar Lapangan Saat Hadapi Flamengo

Sutrisno • Rabu, 12 November 2025 | 22:17 WIB
EMOSI: Neymar emosi saat Santos terancam degradasi.
EMOSI: Neymar emosi saat Santos terancam degradasi.

 

SANTOS - Di tengah suasana muram di Estadio Vila Belmiro, ekspresi Neymar menunjukkan rasa frustrasi yang melanda Santos. Sang bintang tampak tak kuasa menahan emosi ketika ditarik keluar pada menit ke-85 dalam kekalahan 3-2 dari Flamengo, Minggu (9/11) malam waktu setempat.

Itu sebuah momen yang mencerminkan tekanan besar yang sedang dialami klub masa kecil Neymar. Pertandingan itu awalnya berjalan berat bagi Santos. Flamengo unggul tiga gol tanpa balas.

Situasi semakin menegangkan ketika pelatih Juan Pablo Vojvoda memutuskan menggantikan Neymar di pengujung laga. Saat berjalan keluar lapangan, penyerang berusia 33 tahun itu tampak kecewa dan mempertanyakan keputusan pelatih sebelum langsung menuju ruang ganti.

Dia menolak duduk di bangku cadangan hingga peluit panjang berbunyi, sebuah reaksi spontan yang terekam jelas oleh kamera televisi. Bagi sebagian besar penonton, amarah Neymar mencerminkan kepedihan yang lebih dalam.

Santos kini berada hanya satu tingkat di atas zona degradasi di Serie A Brasil. Setelah meninggalkan klub itu lebih dari satu dekade lalu untuk meniti karir di Eropa, Neymar kembali dengan harapan membantu klub yang membesarkannya. Namun kenyataan di lapangan jauh lebih keras dari yang dia bayangkan.

Pelatih Juan Pablo Vojvoda mencoba meredam polemik. “Soal Neymar, wajar saja dia marah, seperti pemain lain. Saya yang memutuskan siapa yang harus pergi, dan saya menganggap wajar jika dia kecewa. Dia tidak bersikap tidak sopan, dan rasa hormat itu tetap ada. Para pemain ingin bermain dan ingin membantu klub di masa sulit seperti ini,” papar dia.

Reaksi sang pelatih menggambarkan betapa rapuhnya situasi ruang ganti Santos saat ini. Dalam 15 penampilannya musim ini, Neymar baru mencetak tiga gol, kontribusi yang dinilai belum cukup untuk mengangkat performa tim.

Dia juga baru saja kembali merumput setelah absen 48 hari karena cedera otot. Masa pemulihan itu menambah frustrasi di tengah tekanan besar menyelamatkan klub dari degradasi.

Menurut laporan ESPN Brasil, kemarahan Neymar bukan semata karena pergantian pemain, melainkan akumulasi dari rasa kecewa terhadap kondisi tim dan hasil yang terus mengecewakan. Sumber yang dekat dengan sang pemain menyebutkan bahwa Neymar telah menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan Santos jika klub akhirnya harus turun kasta.

Namun bagi banyak pendukung Santos, ekspresi emosional itu justru menegaskan betapa dalamnya ikatan Neymar dengan klub ini. Dia tumbuh di akademi Santos, mencatatkan debut profesional di usia 17 tahun, dan membantu tim meraih Copa Libertadores 2011, trofi kontinental yang hingga kini masih menjadi kebanggaan kota pesisir Sao Paulo itu.

Kini, lebih dari satu dekade kemudian, Neymar kembali dalam situasi yang berbanding terbalik. Bukan untuk mengejar kejayaan, melainkan untuk menyelamatkan klub dari ancaman terburuk dalam sejarah modern mereka.

Editor : Arief
#Neymar #santos #flamengo