MARTAPURA – Laga panas penuh tensi mewarnai pekan kesembilan Pegadaian Championship 2025/2026 Grup B, ketika Barito Putera harus puas bermain imbang 1-1 melawan tamunya, PSS Sleman, di Stadion Demang Lehman, Sabtu (8/11/2025) malam.
Pertandingan sarat emosi ini berakhir dengan rasa kecewa di kubu Laskar Antasari yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit terkait VAR.
Dengan hasil ini, PSS Sleman yang berjuluk Super Elang Jawa masih memimpin klasemen sementara dengan 20 poin, hanya unggul satu angka dari Barito Putera yang menempati posisi kedua.
Sejak peluit awal, atmosfer stadion sudah memanas. Barito tampil agresif di depan publik sendiri, memaksa PSS bermain lebih hati-hati.
Serangan cepat dari sisi sayap dan kerja keras di lini tengah membuat Barito terlihat dominan pada babak pertama.
Puncaknya terjadi pada menit ke-21, bek tangguh Renan Alves mencetak gol melalui proses unik. Berawal dari umpan terobosan Gian Zola, bola gagal diantisipasi oleh barisan belakang PSS.
Kiper M Fahri yang keluar dari kotak penalti justru salah menghalau bola, hingga mengenai tubuh Renan yang langsung menyambar bola ke arah gawang kosong. Gol pun tercipta, dan seisi stadion bergemuruh.
Gol sempat diperiksa oleh VAR karena dugaan pelanggaran, namun setelah pengecekan, wasit tetap mengesahkan gol tersebut. Barito unggul 1-0 hingga turun minum.
Selepas jeda, PSS Sleman tampil lebih menekan. Perubahan strategi dengan menambah dua striker membuat lini depan mereka lebih tajam.
Riko Simanjuntak dan Terens Puhiri menggempur sisi pertahanan Barito, namun penjaga gawang Satria Tama tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial.
Namun, tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil. Menit ke-78, Irvan Mofu mencetak gol penyeimbang lewat sundulan keras usai menerima umpan silang akurat dari Kevin Gomes.
Skor imbang 1-1 membuat tempo pertandingan semakin tinggi.
Barito mencoba membalas dengan serangan cepat, tapi peluang emas yang datang dari dua tendangan sudut dan satu tendangan bebas Fabiano Beltrame gagal berbuah gol. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-1 tak berubah.
Pelatih kepala Barito Putera, Stefano “Teco” Cugurra, menilai hasil imbang ini tidak sepenuhnya mencerminkan permainan timnya.
Menurutnya, Barito tampil lebih baik terutama di babak pertama, namun kehilangan momentum setelah gol penyama dari PSS Sleman.
“Di babak pertama kita main bagus, bisa bertahan dan cetak gol. Tapi di babak kedua mereka ubah sistem dengan dua striker dan berhasil cetak gol,” ujar Teco seusai laga.
“Setelah itu, kita kembali lebih baik, punya beberapa peluang untuk cetak gol kedua. Kita kontrol permainan, tapi saya tidak tahu kenapa VAR panggil untuk Sleman, tidak untuk kita. Seharusnya ada penalti buat Barito,” imbuhnya dengan nada kecewa.
Meski demikian, Teco tetap memuji mental para pemainnya yang terus berjuang hingga akhir laga, serta menegaskan bahwa tim masih berada di jalur positif dalam perburuan posisi puncak.
“Kita masih dekat dengan Sleman, cuma selisih satu poin. Masih banyak pertandingan ke depan, dua putaran panjang. Sekarang fokus kita adalah evaluasi, jaga kondisi, dan perbaiki konsentrasi di pertandingan berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, pemain muda Barito Putera, Bima Reksa mengaku kecewa dengan hasil imbang ini.
Baginya, hasil tersebut bukanlah yang diharapkan tim setelah tampil dominan hampir sepanjang pertandingan.
“Ini bukan hasil yang kami inginkan. Kami sudah bekerja keras, tapi kurang sabar di penyelesaian akhir,” ujar Bima.
“Kami akan evaluasi dan mempersiapkan diri lebih baik untuk laga berikutnya agar bisa meraih tiga poin,” tambahnya.
Barito Putera hanya memiliki waktu singkat untuk melakukan pemulihan sebelum bertandang ke markas PSIS Semarang, pekan depan.
Teco menegaskan pentingnya menjaga kondisi fisik dan fokus menghadapi jadwal padat.
“Sekarang kami punya sedikit waktu. Hanya dua hari latihan, satu hari untuk recovery, satu hari sebelum terbang ke Semarang. Jadi pemain harus disiplin dalam pemulihan agar bisa tampil maksimal,” jelas Teco.
Editor : Fauzan Ridhani