Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Malaysia Menolak Menyerah, Bawa Persoalan Naturalisasi Pemain ke CAS

Sutrisno • Rabu, 5 November 2025 | 20:20 WIB

 

MENOLAK: Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menolak menyerah dengan membawa masalah naturalisasi palsunya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) usai banding ditolak FIFA.
MENOLAK: Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menolak menyerah dengan membawa masalah naturalisasi palsunya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) usai banding ditolak FIFA.

KUALA LUMPUR - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menolak menyerah begitu saja usai upaya banding terkait skandal naturalisasi mereka ditolak oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). FAM berencana untuk membawa masalah itu ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

FIFA melalui putusannya telah merilis hasil banding FAM mengenai dokumen naturalisasi palsu yang melibatkan tujuh pemain. Induk sepak bola dunia itu tetap dengan keputusan awal dan menolak banding tersebut setelah analisis mendalam.

Dalam keterangan resminya, FIFA menyatakan bahwa FAM bersalah dan telah melanggar pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) tentang pemalsuan dokumen. Sanksi yang sudah dijatuhkan sebelumnya pun kini sepenuhnya berlaku kepada Malaysia.

Tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang dianggap melakukan pemalsuan adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

"Komite Banding FIFA telah memberikan keputusannya atas banding yang diajukan oleh FAM dan tujuh pemain terhadap keputusan yang dikeluarkan oleh Komite Disiplin FIFA atas pelanggaran pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) tentang penipuan dan pemalsuan," demikian isi pernyataan resmi FIFA.

"Setelah menganalisis semua pengajuan banding dan melakukan sidang, Komite Banding memutuskan untuk menolak banding tersebut, dan untuk menegaskan sepenuhnya sanksi berikut yang dijatuhkan kepada FAM dan ketujuh pemain tersebut," tambah FIFA.

Dengan demikian, FIFA tetap menghukum FAM dengan denda sebesar 350 ribu Swiss Franc atau setara dengan Rp 7,3 miliar. Ketujuh pemain naturalisasi yang bermasalah pun terkena sanksi larangan bermain selama 12 bulan, plus denda 2 ribu Swiss Franc (Rp 41 juta).

Tak lama setelah putusan FIFA muncul, FAM langsung bereaksi. Mereka mengeluarkan rilis resmi perihal upaya bandingnya ditolak oleh FIFA.

Presiden FAM, Datuk Wira Mohd Yusoff Haji Mahadi, menyatakan pihaknya berencana untuk membawa persoalan itu ke CAS. Dia berjanji akan terus memperjuangkan Timnas Malaysia dan para pemain naturalisasinya.

"FAM akan menulis surat kepada FIFA untuk mendapatkan rincian lengkap dan alasan tertulis atas keputusan tersebut sebelum mengambil langkah selanjutnya untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS)," tulis FAM.

"Ini adalah pertama kalinya FAM menghadapi situasi seperti ini, dan pengacara serta manajemen kami sangat terkejut dengan keputusan tersebut. Namun, FAM akan terus memperjuangkan hak-hak para pemain dan kepentingan sepak bola Malaysia di tingkat internasional," jelas FAM menambahkan.

Editor : Arief
#malaysia #fam #FIFA