BURNLEY – Arsenal berhasil menambah jarak keunggulan menjadi tujuh poin di puncak klasemen Liga Inggris berkat kemenangan mudah 2-0 atas Burnley di Stadion Turf Moor, dan eksekusi bola mati The Gunners kembali tak terbendung pada Sabtu (1/11) malam WIB itu.
Viktor Gyokeres membuka skor pada menit ke-14 melalui skema sepak pojok yang kembali melibatkan Declan Rice dan Gabriel. Striker Swedia itu menyentuh bola dari jarak dekat yang berhasil menaklukan Martin Dubravka.
Arsenal yang terus menguasai bola dengan dominan hingga menit ke-35, kali ini dari permainan terbuka, saat serangan balik cepat berakhir dengan sundulan Rice yang melewati, memaksa kiper Burnley memungut bola untuk kedua kali dari jala gawangnya.
Setelah tertinggal dua gol, The Clarets tidak berhasil menipiskan skor di babak pertama dan meski tim asuhan Scott Parker memberikan lebih banyak ancaman setelah jeda, dengan hasil ini skuad Mikel Arteta sukses meraih clean sheet ketujuh berturut-turut di semua kompetisi.
Kini Arsenal memiliki 25 poin dari 10 pertandingan, menegaskan diri di puncak klasemen, sementara Burnley berada di posisi ke-17 menuju ambang zona degradasi dengan koleksi 10 poinnya.
Pada konferensi pers pasca pertandingan, Arteta memuji penampilan anak asuhannya dalam segi menyerang di babak pertama, serta pertahanannya yang tampil luar biasa memperpanjang rekor menawan tanpa kebobolan.
“Kami (Arsenal) memulai pertandingan dengan sangat baik. Saya pikir babak pertama adalah salah satu yang terbaik yang pernah kami mainkan, mencetak dua gol, menciptakan dua atau tiga peluang emas, dan tidak kebobolan apa pun."
“Dan itu menjadi landasan, karena di babak kedua kami menurunkan standar, terutama saat menguasai bola, dan dengan niat kami untuk bermain lebih menyerang. Namun, sekali lagi, dalam hal pertahanan, kami tampil luar biasa."
Pelatih asal Spanyol ini juga memuji Gyokeres, yang mencetak gol pembuka dari tendangan sudut.
Namun, striker asal Swedia itu kemungkinan diragukan tampil untuk pertandingan Liga Champions pertengahan pekan ini ketika The Gunners harus terbang ke Praha setelah Gyokeres digantikan di babak pertama karena cedera otot.
“Saya pikir itu adalah salah satu pertandingan terbaik yang pernah ia (Gyokeres) mainkan (untuk Arsenal). Secara keseluruhan, penampilannya luar biasa, terlepas dari golnya, dan kami harus menariknya keluar karena ia merasa sedikit tidak nyaman, terutama ototnya," kata Arteta.
“Pressing-nya yang tinggi, penempatan posisi dan sentuhannya, pergerakannya di belakang (pertahanan lawan), cara ia menghubungkan permainan, cara ia membawa kami dari situasi ini ke transisi."
“Momennya sangat bagus. Sayang sekali ia merasakan sesuatu (ketidaknyamanan otot),” tandas pelatih kepala berusia 43 tahun tersebut.
Editor : Arief