BANJARMASIN - Semakin tua, semakin menjadi. Ungkapan itu tampaknya benar-benar menggambarkan sosok Fabiano da Rosa Beltrame, bek tangguh PS Barito Putera yang kini berusia 43 tahun.
Meski usianya sudah tak muda lagi, pemain naturalisasi asal Brasil ini masih menunjukkan performa luar biasa dan bahkan sukses menorehkan rekor baru sebagai pencetak gol tertua di Pegadaian Championship 2025/2026.
Gol bersejarah itu tercipta ketika Barito Putera menghadapi Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan, Kudus, pada Jumat (10/10). Fabiano mencatatkan namanya di papan skor lewat skema bola mati hasil tendangan sudut yang disambut dengan sundulan tajam.
Meski berposisi sebagai bek tengah, Fabiano tetap berkontribusi besar bagi Laskar Antasari musim ini. Selain mencetak satu gol, ia juga sudah mengoleksi dua assist, menegaskan bahwa dirinya masih punya peran vital dalam skema permainan pelatih Stefano Cugurra.
Menariknya, gol yang dicetaknya bukan hanya sekadar torehan angka, tetapi juga menjadi motivasi besar bagi para pemain muda. Fabiano menegaskan bahwa sepak bola bukan soal usia, melainkan soal semangat dan kerja keras.
“Senang bisa cetak gol dan bantu tim. Usia saya memang tidak muda, tapi di lapangan tidak ada muda atau tua bahwa semua sama-sama berjuang. Semoga ini jadi motivasi buat pemain muda,” ujar Fabiano dengan senyum bangga.
Ia juga menambahkan, momen mencetak gol tetap menjadi hal paling indah dalam karier seorang pemain sepak bola.
“Waktu bisa cetak gol pasti senang. Tapi assist juga penting, karena membantu teman-teman mencetak gol adalah kebahagiaan tersendiri,” tambah pemain kelahiran 29 Agustus 1982 itu.
Meski sudah berusia kepala empat, Fabiano masih menjadi andalan utama di jantung pertahanan Barito Putera. Dalam lima laga terakhir, ia selalu tampil penuh selama 90 menit tanpa pernah digantikan, ini menjadi bukti bahwa fisiknya masih sangat prima.
Bersama rekan-rekannya seperti Renan, Ridho, dan kiper utama Barito, Fabiano sukses menjaga pertahanan tim tetap solid. Hingga pekan ke-5, Barito Putera menjadi satu-satunya tim di Pegadaian Championship yang belum kebobolan.
“Saya tidak bekerja sendirian. Semua pemain, mulai dari lini depan, ikut bertahan. Itu membuat tugas kami di belakang lebih mudah. Semua berjuang bersama,” ujar Fabiano menegaskan kerja kolektif tim.
Kemenangan atas PSIS semakin memperkokoh posisi Barito Putera di puncak klasemen Grup 2 Pegadaian Championship 2025-2026.
Skuad asuhan Stefano Cugurra kini mengumpulkan 15 poin sempurna dari lima pertandingan, mencatat rekor luar biasa dengan belum pernah kebobolan sekalipun.
Editor : Arief