BARCELONA - Barcelona harus mengakui ketangguhan Paris Saint-Germain di Liga Champions. Dalam laga di Olimpiade Lluis Companys, Blaugrana kalah 1-2 dari sang juara bertahan, Kamis (2/10) dini hari WIB.
Barcelona sebenarnya berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol Ferran Torres. Namun wonderkid PSG berusia 19 tahun Senny Mayulu menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Goncalo Ramos akhirnya mencetak gol kemenangan di menit ke-90 untuk Les Parisiens.
Kekalahan ini merupakan yang pertama bagi Blaugrana asuhan Hansi Flick di semua kompetisi musim 2025/2026, sementara juara bertahan PSG meraih sukses mengunci kemenangan keduanya di kompetisi yang mereka dominasi tahun lalu ini.
"Anda bisa melihatnya hari ini, tidak ada gunanya mengatakan kami (Barca dan PSG) berada di level yang sama," kata Flick.
"Tapi saya percaya pada tim saya. Hari ini bukan hari terbaik kami, tetapi kami telah berusaha keras untuk mencapai level ini. Hari ini kami kalah, tetapi kami ingin bangkit,” lanjut ahli taktik berusia 60 tahun tersebut.
"Kita bisa melihat level PSG dan saya 100 persen yakin kami juga bisa bermain seperti ini. Ini pertandingan 90 menit. Seluruh tim harus bertahan, menyerang, memanfaatkan ruang, dan terlibat dalam penguasaan bola," imbuh dia.
"Anda bisa lihat di (skuad) PSG, semua orang menginginkan bola, tahu bagaimana memanfaatkan ruang, bermain 1 lawan 1, 2 lawan 1... Ini juga yang harus kami pelajari, kami harus menjadi lebih baik," lanjut dia.
Dalam duel panas dua raksasa Eropa ini juga diwarnai badai cedera untuk masing-masing pilar utama tim. Di kubu Barcelona, Flick kehilangan Joan Garcia, Raphinha, dan Fermin Lopez, yang harus menepi karena cedera.
Sementara tim ibu kota Prancis, tanpa trio penyerang utama, Ousmane Dembele, Desire Doue, Kvicha Kvaratskhelia, dan sang kapten, Maquinhos. Hal tersebut membuat Flick terkesan dengan cara bermain Les Parisiens tanpa tiga striker mereka bisa mengalahkan Barca.
"Filosofi mereka (PSG) fantastis, dengan pemain-pemain muda yang datang, berkualitas tinggi, dan cepat dalam menguasai bola. Mereka memiliki pemain-pemain yang bugar, Anda bisa lihat mereka meningkatkan level tim,” lanjut pelatih asal Jerman itu.
“Bagi saya, kami memiliki banyak pertandingan dalam beberapa pekan terakhir dan tentu saja kami harus belajar dari ini. Kami memulai dengan sangat baik, tetapi setelah 30, 35 menit, PSG seperti lebih menguasai permainan," papar dia.
Editor : Arief