SLEMAN - Laga pekan kedua Liga 2 antara Persiku Kudus melawan PSS Sleman di Stadion Wergu Wetan, Minggu (21/9), sempat diwarnai sedikit kericuhan.
Sejumlah oknum suporter PSS dilaporkan melakukan penjebolan pintu masuk stadion hingga mengeroyok panitia pertandingan. Meski begitu, laga tetap berjalan dan berakhir dengan kemenangan tim tamu PSS Sleman dengan skor 3-1.
Insiden ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Beberapa video dan foto yang beredar menunjukkan momen pintu gerbang stadion jebol akibat desakan suporter yang ingin masuk.
Beruntung insiden ini tidak melebar menjadi kericuhan antar suporter yang lebih besar.
Menanggapi kejadian ini, kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Melalui akun resmi X (Twitter) @BCSxPSS_1976 pada Senin (22/9).
"Selamat Siang Saudaraku. Sehubungan dengan adanya insiden kemarin sore, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kudus dan seluruh elemen suporter Persiku Kudus. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua terkait etika ketika bertamu," tulis admin akun tersebut.
Tak hanya itu, BCS juga memberikan apresiasi terhadap sambutan hangat yang sudah mereka terima di Kudus.
"Kami juga menyampaikan banyak terima kasih atas keramahan seluruh masyarakat serta seluruh elemen suporter Persiku Kudus, sampai berjumpa di lain waktu," tambahnya.
Pernyataan resmi ini mendapat respons positif, baik dari warga Kudus maupun Sleman. Banyak warganet menilai langkah BCS cukup bijak dan patut diapresiasi.
Salah satu komentar datang dari akun @fatkhur_ro yang menuliskan, “Info gotong royong ngelas gerbang, Kudus Sleman Sedulur.” Ungkapan ini seolah menekankan semangat persaudaraan meski sempat terjadi kericuhan.
Editor : Arief