MANCHESTER - Liga Champions 2025-2026 kembali menghadirkan laga panas di matchday pertama. Manchester City akan menjamu Napoli di Stadion Etihad, Jumat (18/9) dini hari.
Sorotan utama tentu tertuju pada Kevin De Bruyne yang kini berseragam Napoli, hanya tiga bulan setelah meninggalkan City usai 10 tahun penuh kejayaan dengan 19 trofi, termasuk UCL 2023.
Ini menjadi pertemuan pertama kedua tim sejak fase grup 2017-2018. Kala itu, City menyapu bersih dua laga dengan agregat 6-3.
The Citizens sempat goyah usai kalah beruntun di Premier League dari Tottenham dan Brighton. Namun, mereka bangkit dengan kemenangan telak 3-0 atas rival sekota, Manchester United pada akhir pekan lalu.
Phil Foden membuka skor, lalu Erling Haaland mencetak dua gol tambahan untuk memastikan pesta kemenangan. Laga itu juga penuh emosi karena dipersembahkan untuk mengenang Ricky Hatton, ikon tinju asal Manchester yang meninggal dunia.
Pep Guardiola berharap kemenangan derby bisa jadi titik balik. Meski akhir pekan nanti City sudah ditunggu Arsenal, fokus penuh kini tertuju pada perjalanan ke-15 beruntun di Liga Champions.
Sebagai juara 2023, The Citizens tentu tak ingin mengulang kegagalan musim lalu ketika hanya finis peringkat 22 fase liga sebelum disingkirkan Real Madrid.
Meski kalah 4 dari 5 laga terakhir di Eropa, City punya catatan kandang menakutkan: tak terkalahkan dalam 21 laga fase grup di Etihad (18 menang, 3 imbang).
Sementara itu, Napoli datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Antonio Conte sukses mempertahankan gelar Serie A 2024-2025, dan musim ini langsung tancap gas dengan tiga kemenangan beruntun atas Cagliari, Sassuolo, dan Fiorentina.
Dua rekrutan anyar langsung nyetel. Kevin De Bruyne mencetak gol penalti, lalu Rasmus Hojlund menandai debutnya dengan gol cepat dalam kemenangan 3-1 atas Fiorentina.
Meski demikian, Conte memperingatkan timnya agar tidak lengah, terutama di menit-menit akhir setelah Fiorentina sempat memperkecil skor.
Secara statistik, Napoli cukup solid dengan hanya tiga kekalahan dari 18 laga fase grup terakhir (11 menang, 4 imbang). Namun, catatan tandang ke Inggris masih buruk: 0 kemenangan dari 12 lawatan (3 imbang, 9 kalah).
Editor : Arief