MARTAPURA – Drama penuh ketegangan tersaji di Stadion Demang Lehman, Martapura, saat PS Barito Putera memulai langkahnya di Pegadaian Championship 2025-2026 menghadapi Kendal Tornado FC, Jumat (12/9/2025) malam.
Laga perdana ini menjadi panggung pembuktian bagi Laskar Antasari, dan penentu kemenangan baru hadir di menit-menit akhir lewat sundulan keras Renan Alves.
Sejak peluit awal, Barito Putera tampil agresif. Dukungan suporter tuan rumah menjadi bahan bakar semangat, namun rapatnya pertahanan Kendal Tornado membuat setiap serangan kandas.
Justru tim tamu tampil lebih dominan. Tekanan demi tekanan diarahkan ke jantung pertahanan Barito, membuat jantung penonton berdebar hingga turun minum tanpa satu pun gol tercipta.
Babak kedua menjadi titik balik. Stefano “Teco” Cugurra mengambil keputusan berani dengan menarik Muchamad Wildan dan memasukkan Haudi Abdillah, sementara posisi penyerang justru diisi oleh bek senior, Renan Alves.
Perubahan itu mengubah ritme permainan. Serangan Barito lebih hidup, peluang emas bahkan lahir dari kepala Lassana Doucoure, meski masih digagalkan kiper lawan, Moh Yudha.
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, drama sesungguhnya datang. Injury time, menit-menit krusial yang sering jadi penentu, menghadirkan momen magis.
Fabiano Beltrame melepaskan umpan silang sempurna, Renan Alves melompat tinggi, dan sundulannya menghujam deras ke gawang Kendal Tornado. Stadion pun bergemuruh.
Ketinggalan di ujung laga membuat Kendal Tornado mencoba membalas. Gelombang serangan mereka semakin intens, tetapi peluit panjang memastikan kemenangan perdana bagi Barito Putera.
Hasil ini bukan hanya tiga poin, melainkan juga suntikan kepercayaan diri untuk menghadapi musim panjang.
Pelatih Stefano Cugurra tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Terima kasih untuk dukungan suporter. Pertandingan ini sulit, lawan datang lebih lengkap sementara kami hanya punya sedikit opsi di depan. Saya putuskan Renan maju ke depan, dan terbukti itu jadi solusi. Kemenangan ini penting untuk membangun kepercayaan diri,” ujarnya.
Sang pahlawan, Renan Alves, juga angkat bicara dengan penuh emosional. “Saya senang bisa membantu tim. Kami bekerja keras di latihan, dan saya memang beberapa kali dicoba jadi penyerang. Gol ini untuk tim dan suporter. Kami harus terus menang di setiap pertandingan,” tegasnya.
Sementara itu, pelatih Kendal Tornado, Stefan Keeltjees, mengaku kecewa dengan hasil akhir. “Babak pertama kami punya banyak peluang tapi gagal dimanfaatkan. Seharusnya minimal kami bisa mencuri satu poin. Namun kami lengah di akhir. Meski begitu saya apresiasi perjuangan pemain,” katanya.
Kemenangan dramatis ini seakan menjadi pesan awal dari Barito Putera: Laskar Antasari siap berjuang habis-habisan di Pegadaian Championship 2025-2026.
Editor : Fauzan Ridhani