Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Timnas Inggris Cuma Menang 2-0 atas Andorra, Thomas Tuchel Dianggap Kurang Kreatif

Sutrisno • Senin, 8 September 2025 | 21:37 WIB
KURANG KREATIF: Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel dianggap kurang kreatif dalam membesut Three Lions.
KURANG KREATIF: Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel dianggap kurang kreatif dalam membesut Three Lions.

BIRMINGHAM - Timnas Inggris berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Andorra dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup K di Villa Park, Birmingham.

Laga yang digelar pada Sabtu (6/9) malam itu sempat membuat publik kecewa lantaran The Three Lions yang diasuh oleh Thomas Tuchel dinilai kesulitan membongkar pertahanan lawan yang menempati peringkat ke-174 FIFA.

Meski skor akhir menunjukkan dominasi Inggris, jalannya pertandingan tidak sepenuhnya meyakinkan. Dua gol yang tercipta datang dari situasi tidak terduga: gol bunuh diri pemain Andorra, Christian Garcia pada menit ke-25, serta sundulan Declan Rice di menit ke-67. Dengan hasil ini, Inggris memimpin klasemen Grup K dengan koleksi 12 poin dari empat pertandingan, unggul lima angka atas Serbia di posisi kedua.

Melansir dari Sports Mole, performa Inggris dinilai jauh dari kata mengesankan. Padahal banyak yang berharap kemenangan besar akan tercipta melawan tim dengan ranking rendah. Namun yang terjadi, Inggris justru tampil kaku dan kesulitan mengalirkan serangan.

Inggris memang menguasai 83 persen penguasaan bola, tetapi dari dominasi tersebut hanya menghasilkan 11 percobaan tembakan dan tujuh tepat sasaran. Andorra sendiri tercatat hanya melepaskan dua tembakan sepanjang laga tanpa satu pun yang mengarah ke gawang. “Kemenangan memang penting, tetapi publik berharap lebih dari kualitas permainan yang ditampilkan Inggris,” tulis laporan Sports Mole.

Di laga ini, Noni Madueke menjadi aktor penting saat umpannya justru berbuah gol bunuh diri Garcia. Kesialan bek Andorra itu membuat Inggris lebih tenang mengendalikan permainan. Namun setelah gol tersebut, alur serangan Inggris kembali menemui kebuntuan. Publik Stadion Wembley pun sempat dibuat muram dengan minimnya kreasi di lini depan.

Gol kedua baru tercipta di babak kedua ketika Reece James melepaskan umpan silang yang disundul Declan Rice menjadi gol. Sundulan itu memastikan kemenangan Inggris sekaligus mengamankan tiga poin. Akan tetapi, kemenangan itu tidak menghapus kritik soal lemahnya daya dobrak tim.

Sorotan juga tertuju pada Marcus Rashford yang dinilai gagal memberi kontribusi maksimal. Penyerang Manchester United yang dipinjam Barcelona itu sulit menemukan ruang di lini depan Andorra yang bertahan rapat. “Tidak banyak yang bisa dilakukan Rashford, ia benar-benar kesulitan meninggalkan jejak dalam laga ini,” tulis laporan Sports Mole.

Meski demikian, ada satu catatan positif dari laga ini, yaitu debut Elliot Anderson. Gelandang muda Nottingham Forest berusia 22 tahun itu tampil penuh percaya diri. Dengan tingkat keberhasilan umpan mencapai 95 persen serta dua kali memenangkan duel udara, Anderson dianggap sebagai Man of the Match. Debutnya memberi warna baru di lini tengah Inggris yang selama ini kerap mendapat kritik monoton.

Editor : Arief
#thomas tuchel #timnas inggris