JAKARTA - Bursa transfer Eropa memang sudah mendekati akhir, namun cerita soal masa depan Mees Hilgers rupanya masih belum selesai.
Bek andalan FC Twente itu gagal mewujudkan karirnya ke salah satu dari lima liga top Eropa musim panas ini.
Meski begitu, Hilgers belum sepenuhnya kehabisan opsi karena masih ada beberapa liga yang jendela transfernya tetap terbuka hingga pertengahan September 2025.
Hingga awal September, Hilgers memang tidak berhasil menjalin kesepakatan dengan klub dari Premier League, La Liga, Bundesliga, Serie A, maupun Ligue 1. Namun, kesempatan untuk pindah belum benar-benar tertutup. Liga Belgia, misalnya, masih bisa merekrut pemain baru sampai 8 September 2025.
Selain itu, ada juga liga dengan tenggat lebih panjang. Liga Arab Saudi baru menutup jendela transfer pada 10 September.
Tiga liga lain, yakni Turki, Yunani, dan Serbia, masih bisa mendatangkan pemain hingga 12 September. Bahkan, Liga Portugal menjadi salah satu yang paling lama, dengan batas akhir pada 16 September 2025.
Situasi ini membuat Hilgers tetap punya peluang melanjutkan karier di luar Belanda. Dengan reputasinya sebagai salah satu bek paling konsisten di Eredivisie dalam beberapa musim terakhir, cukup masuk akal jika ada klub dari liga-liga tersebut yang mencoba merekrutnya.
Meski tampil apik bersama FC Twente, hubungan Hilgers dengan manajemen klub kabarnya sempat memanas.
Perbedaan pandangan antara dirinya dengan direktur olahraga Twente, Jan Streuer, menjadi salah satu isu yang mencuat di bursa transfer musim panas ini.
Hilgers disebut ingin mencari tantangan baru di luar Belanda. Namun, dari sisi klub, Twente enggan melepasnya begitu saja, apalagi dengan kemungkinan sang pemain bisa pergi secara gratis di akhir kontrak.
Negosiasi inilah yang membuat rumor transfer Hilgers berlarut-larut, hingga akhirnya ia gagal bergabung dengan klub dari liga-liga papan atas Eropa.
Situasi ini menempatkan Twente dalam posisi serba salah. Di satu sisi, mereka membutuhkan Hilgers untuk memperkuat lini belakang musim ini. Namun di sisi lain, mempertahankannya tanpa memperpanjang kontrak juga berisiko karena nilai transfer sang pemain bisa lenyap begitu saja.
Editor : Arief