LIVERPOOL - Di tengah sorak-sorai Anfield yang selalu bergema seperti dinding suara tak tertembus, Arsenal merasakan pahitnya kekalahan pertama mereka di Liga Primer musim ini, Minggu (31/8).
Satu momen ajaib dari Dominik Szoboszlai menjadi pembeda, sebuah tendangan bebas yang melengkung sempurna di babak kedua, memaksa The Gunners pulang dengan tangan hampa.
Namun, lebih dari sekadar skor akhir 1-0, pertandingan ini meninggalkan tanda tanya besar: apakah Arsenal memiliki mentalitas untuk menaklukkan laga-laga besar di markas lawan?
Dilansir dari Sky Sports, Gary Neville, yang menyaksikan pertandingan ini dari dekat, tidak ragu menyampaikan kritiknya. Dalam podcast pribadinya, ia menyebut Arsenal kurang memiliki niat dan keberanian untuk melakukan sesuatu yang istimewa.
"Liverpool memiliki sesuatu yang belum dimiliki Arsenal – sebuah keyakinan bahwa mereka memang seharusnya memenangkan pertandingan seperti ini," ujarnya.
"Saat berada di Anfield, Liverpool bermain dengan keyakinan penuh. Mereka tahu kemenangan ini adalah hak mereka. Sementara Arsenal, sejujurnya, terlihat seperti tim yang hanya berusaha memastikan mereka tidak kalah. Dan itu merugikan mereka," jelasnya.
Bagi Neville, mentalitas ini menjadi pembeda utama. Sebelum gol Szoboszlai pun, menurutnya Liverpool terlihat lebih tajam, lebih lapar, dan lebih siap menghadapi tekanan laga besar.
Jika ada satu nama yang pantas mendapat sorotan malam itu, tentu saja Dominik Szoboszlai. Tendangan bebasnya tak hanya memukau, tapi juga menjadi simbol betapa Liverpool tampil percaya diri.
Bola melengkung sempurna melewati pagar hidup Arsenal, menghujam sudut atas gawang tanpa memberi kesempatan sedikit pun kepada kiper untuk bereaksi.
Arne Slot, manajer anyar Liverpool, mengakui sebelumnya ia meragukan kemampuan bertahan timnya. Namun di Anfield, ia mendapatkan jawaban. Clean sheet pertama melawan tim besar musim ini menjadi bukti bahwa proyek Slot mulai menemukan bentuknya.
Jamie Carragher, eks-Liverpool yang kini menjadi analis, memiliki pandangan berbeda namun tetap tajam.
Ia menilai bahwa meski Arsenal telah berbelanja besar pada musim panas – mendatangkan Martin Zubimendi, Eberechi Eze, dan Viktor Gyokeres – masalah inti mereka tetap belum terselesaikan. "Masalah Arsenal adalah menciptakan peluang itu sendiri. Mereka tak menciptakan cukup banyak, dan itu terlihat jelas dari angka-angka musim lalu. Dan saya tidak melihat perubahan besar musim ini," katanya.
Editor : Arief