JAKARTA - Striker Timnas Indonesia, Jens Raven menunjukkan kelasnya dalam laga perdana Piala AFF U-23 2025 menghadapi Brunei Darussalam, Selasa (15/7) malam WIB. Pemain 19 tahun ini mencetak enam gol dalam satu laga alias double hattrick.
Pasukan Gerald Vanenburg tampil dominan sepanjang laga. Garuda Muda langsung mengambil inisiatif menyerang begitu peluit kick-off dibunyikan.
Jens yang diturunkan sejak awal laga langsung menunjukkan kelasnya sebagai predator di lini serang. Pemain kelahiran Dordrecht, Belanda ini membuka keran gol di menit 2 usai memanfaatkan umpan yang disodorkan Rayhan Hannan.
Tujuh menit berselang, Jens membawa Indonesia unggul 2-0. Dia kemudian mencetak hattrick dan quattrick dalam kurun waktu yang tidak lama yaitu hanya berselang dua menit.
Dia membukukan gol ketiga dan keempat di menit 31 dan 33. Sebelumnya, Indonesia sudah kembali menambah keunggulan melalui aksi dari Arkhan Fikri di menit 20.
Jens semakin melebarkan jarak Indonesia dengan mencetak gol di pengujung babak pertama, tepatnya menit 41 melalui titik putih setelah tujuh menit sebelumnya Rayhan Hannan ikut mencatatkan namanya di papan skor.
Babak pertama berakhir dengan skor 7-0 untuk Indonesia. Memasuki babak kedua, eks punggawa Dordrecht ini menambah pundi-pundi golnya di menit 62.
Pertandingan berakhir dengan kedudukan 8-0. Saat ini, Indonesia menduduki puncak klasemen grup A dengan raihan tiga poin.
Garuda Muda unggul dari Filipina di posisi kedua dengan poin sama hasil dari menjungkalkan Malaysia 0-2 di pertandingan pembuka.
Berkat double hattrick-nya, Jens duduk sebagai pemuncak daftar sementara top skor Piala AFF U-23 2025. Dengan ketajamannya, dia masih berpeluang untuk menambah pundi-pundi golnya.
Kemenangan telak 8-0 atas Brunei Darussalam menjadi awal manis bagi Timnas U-23 Indonesia. Namun, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa hasil tersebut bukan alasan bagi skuad Garuda Muda untuk berpuas diri atau terlena. "Jangan besar kepala gara-gara menang 8-0 sama Brunei," tegas Erick.
Menurutnya, Brunei bukanlah lawan sebanding untuk dijadikan tolok ukur kekuatan sesungguhnya Indonesia. Tantangan yang lebih berat justru baru akan datang pada pertandingan selanjutnya menghadapi Filipina, Jumat (18/7) malam di stadion yang sama.
"Saya rasa bukan menjadi ukuran bahwa kemenangan besar ini menjadi patokan yang baik. Filipina mengalahkan Malaysia 2-0, padahal Malaysia semifinalis edisi 2023. Jadi Filipina tidak bisa dianggap sebelah mata," ujar Erick.
Editor : Arief