PASADENA - Langkah Atletico Madrid di Piala Dunia Antarklub 2025 harus terhenti lebih awal, meskipun mereka berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Botafogo dalam laga terakhir fase grup di Stadion Rose Bowl, Pasadena, California, AS, Selasa (25/6).
Klub asal Spanyol tersebut menjadi tim besar pertama yang tersingkir dari turnamen ini, sebuah kenyataan yang terasa pahit setelah tiga pertandingan fase grup yang intens dan penuh tekanan.
Turnamen dimulai dengan hasil mengecewakan bagi Atletico. Pada pertandingan pembuka Grup B, mereka harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain dengan skor telak 0-4.
Kekalahan ini menjadi beban besar bagi tim asuhan Diego Simeone, tidak hanya secara moral, tapi juga dalam hitungan selisih gol yang nantinya terbukti krusial. Laga tersebut menunjukkan dominasi PSG dengan penguasaan bola dan intensitas serangan yang sulit dibendung.
Atletico kemudian bangkit dengan kemenangan 3-1 atas Seattle Sounders, menjaga asa untuk lolos ke babak selanjutnya. Namun, perubahan format sistem klasemen yang diterapkan FIFA dalam turnamen ini membuat perhitungan menjadi lebih kompleks.
Dalam situasi tiga tim memiliki poin yang sama, selisih gol hanya dihitung dari pertandingan antartim yang terlibat dalam posisi poin yang imbang tersebut. Ini berarti kemenangan dengan margin sempit atas Botafogo saja tidak menjamin kelolosan.
Dilansir melalui laman FIFA, pada laga penentuan melawan Botafogo, Atletico tampil mendominasi. Mereka terus menekan sejak awal pertandingan, mencoba menembus pertahanan rapat wakil Brasil.
Gol baru tercipta menjelang akhir pertandingan, saat Antoine Griezmann mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-87. Skor 1-0 cukup untuk memberikan tiga poin, namun belum cukup untuk mengangkat mereka dari posisi ketiga klasemen.
"Ada frustrasi karena tidak lolos. Meraih enam poin tidak buruk, tapi pertandingan melawan PSG menghukum kami. Di pertandingan kali ini kami mendapatkan peluang untuk unggul. Kami jelas tahu tentang apa yang perlu kami tingkatkan," ucap Diego Simeone dikutip melalui laman FIFA, Selasa (24/6).
Editor : Arief