Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bos Liverpool Siap Akuisisi Getafe

Muhammad Syarafuddin • Kamis, 19 Juni 2025 | 19:48 WIB
Photo
Photo

JAKARTA - Setelah mengamankan gelar Premier League keduanya, Liverpool tak berhenti berinovasi. Pemilik The Reds, Fenway Sports Group (FSG), kini berencana memperluas pengaruh mereka di kancah sepak bola Eropa lewat model multi-klub. Menariknya, tim La Liga Getafe jadi kandidat kuat yang bakal mereka akuisisi. Seperti apa strateginya? Berikut ulasannya.

Liverpool baru saja merayakan kesuksesan musim 2024/2025 dengan meraih gelar Premier League kedua dalam sejarah modern mereka. Sukses ini membuat para pemilik klub, Fenway Sports Group, makin berambisi membangun kejayaan jangka panjang.

Selain mendatangkan pemain bintang seperti Jeremie Frimpong, Milos Kerkez, dan Florian Wirtz, dengan total belanja yang diperkirakan bakal menyentuh 190 juta Pounds, FSG juga mempersiapkan langkah strategis lain di luar lapangan.

Dilansir media Spanyol Marca, FSG tengah mempersiapkan akuisisi klub La Liga untuk membentuk model multiklub—mengikuti jejak beberapa raksasa Eropa.

Getafe Jadi Target

Menurut laporan tersebut, FSG telah mengkaji kelayakan beberapa klub Spanyol, dengan Getafe muncul sebagai kandidat terkuat.

Klub yang berbasis di Madrid itu baru saja finis di peringkat 13 La Liga, hanya terpaut dua poin dari zona degradasi.

Meski begitu, situasi ini justru cocok untuk FSG. Pasalnya, dalam model multi-klub, mereka tidak ingin mengakuisisi tim yang berpotensi tampil di Liga Champions—agar tidak terjadi benturan regulasi kompetisi UEFA.

Karena itu, klub papan tengah seperti Getafe dinilai ideal. Lokasinya yang strategis di ibu kota Spanyol juga jadi daya tarik tambahan, apalagi bermain di salah satu liga top Eropa.

Belajar dari City dan Chelsea

FSG tampaknya terinspirasi oleh kesuksesan model serupa yang diterapkan oleh Manchester City dan Chelsea.

City, lewat grup City Football Group (CFG), punya klub satelit seperti Girona di La Liga. Mereka rutin mengirim pemain muda ke Girona untuk ditempa sebelum kembali ke Etihad atau dijual dengan nilai tinggi.

Sementara Chelsea, melalui BlueCo, sukses mengelola klub Prancis Strasbourg. Nama-nama seperti Djordje Petrovic dan Andrey Santos jadi contoh pemain yang berkembang pesat lewat jalur ini.

Liverpool selama ini dikenal tidak suka "menimbun" pemain muda. Namun dengan kepemilikan klub di La Liga, mereka bisa mengirim talenta akademi ke Getafe — alih-alih sekadar meminjamkan ke klub Championship di Inggris.

Peluang Besar Bagi Akademi

Jika akuisisi ini berjalan mulus, Getafe bisa menjadi "laboratorium" ideal bagi pengembangan pemain muda Liverpool.

Di liga sekelas La Liga, para talenta muda akan menghadapi kompetisi berkualitas tinggi, sekaligus menimba pengalaman bermain di atmosfer stadion yang menantang.

Bagi FSG, investasi ini bukan cuma soal bisnis, tapi juga menciptakan ekosistem pengembangan pemain yang lebih efisien. Dengan begitu, Liverpool bisa lebih hemat dalam belanja pemain, memanfaatkan lulusan akademi sendiri yang sudah matang di level Eropa.

Ikuti Tren Global

Langkah FSG untuk mengadopsi model multi-klub menunjukkan bahwa Liverpool tak mau ketinggalan tren global di dunia sepak bola modern.

Dengan dana besar, manajemen solid, dan proyek jangka panjang, The Reds berpeluang memperkuat fondasi klub—baik di dalam maupun di luar Inggris.

Apakah Getafe benar-benar akan menjadi bagian keluarga FSG? Kita nantikan saja kelanjutan saga ini. Yang jelas, Liverpool makin siap bersaing di level domestik maupun Eropa dalam beberapa musim ke depan. 

Editor : Arief
#Liverpool #getafe #liga spanyol