LONDON - Musim 2024/2025 menjadi momen istimewa bagi Son Heung-min. Setelah 15 tahun berkarir sebagai pesepak bola profesional, kapten asal Korea Selatan itu mencicipi gelar Eropa pertama.
Dia membawa Tottenham Hotspur menjuarai UEFA Europa League, sekaligus mengakhiri puasa gelar klub selama 17 tahun.
Son tiba di Tottenham pada Agustus 2015. Selama satu dekade, dia jadi saksi kegagalan demi kegagalan Spurs meraih trofi.
Mereka sempat nyaris juara di final Liga Champions 2018/2019 dan final Piala Liga 2020/2021, namun selalu kandas. Bahkan bintang utama klub, Harry Kane, memilih hengkang ke Bayern Munich demi mengejar gelar juara.
Namun Son memilih bertahan. Tekad itu akhirnya terbayar lunas musim ini. "Alasan saya tetap di Tottenham adalah karena saya ingin melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain," ucap Son Heung-min dalam sebuah wawancara.
Kemenangan di final Liga Europa menandai trofi Eropa pertama Tottenham sejak meraih UEFA Cup (sekarang Liga Europa) pada musim 1983/1984. Dengan gelar ini, Spurs juga mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan, membuka lembaran baru bagi klub London Utara tersebut.
Kontrak Son akan habis pada Juni 2026, setelah Tottenham mengaktifkan perpanjangan otomatis satu tahun pada awal tahun ini. Namun, masa depan sang kapten belum sepenuhnya aman.
Menurut laporan The Sun, klub-klub Liga Arab Saudi tengah mengincar Son sebagai bintang baru mereka. Terutama setelah kemungkinan kepergian Cristiano Ronaldo dari Al Nassr.
Son dinilai sebagai figur tepat untuk mempopulerkan liga Saudi ke pasar Asia Timur, terutama Korea Selatan di mana ia dihormati sebagai ikon nasional. Sebelumnya, target utama klub Arab adalah Mohamed Salah. Namun setelah Salah menegaskan komitmennya bersama Liverpool, fokus pun bergeser ke Son.
Jika tawaran besar datang, Tottenham dikabarkan akan mempertimbangkan menjual sang pemain. Meski begitu, kepergian Son berarti kehilangan Wali kota Korea yang jadi simbol klub selama satu dekade terakhir.
Editor : Muhammad Rizky