Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Inzaghi Bisa Mengikuti Jejak Mourinho di Inter Milan

Muhammad Syarafuddin • Kamis, 8 Mei 2025 | 19:43 WIB
SELEBRASI: Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi merayakan keberhasilan melaju ke final UCL. (Dok. Inter Milan)
SELEBRASI: Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi merayakan keberhasilan melaju ke final UCL. (Dok. Inter Milan)

JAKARTA - Simone Inzaghi memberikan pujian tinggi kepada para pemain Inter Milan setelah kemenangan dramatis mereka atas Barcelona di semifinal Liga Champions 2024/2025. Dalam wawancara pasca-pertandingan dengan Sky Sport melalui FCInterNews, Inzaghi mengakui bahwa Barcelona tampil luar biasa dalam kedua leg semifinal yang penuh drama ini.

Pada leg pertama, kedua tim bermain imbang 3-3 di Montjuic. Sementara itu, leg kedua di San Siro berakhir dengan skor yang sama, 3-3, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Inter Milan akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 pada malam itu (agregat 7-6), berkat gol penentu dari Davide Frattesi.

Inzaghi memulai komentarnya dengan memberi penghargaan kepada Barcelona yang menurutnya adalah tim yang sangat kuat.

"Pertama-tama, kita harus memberi penghargaan kepada Barcelona. Mereka adalah tim yang sangat kuat. Dibutuhkan permainan luar biasa dari Inter untuk bisa mencapai final ini. Saya bangga dan senang menjadi pelatih mereka yang memberikan segalanya," ujar Inzaghi.

Inter Milan melalui pertandingan yang penuh ketegangan. Mereka sempat unggul dua gol, namun hampir kalah setelah Barcelona berhasil menyamakan kedudukan. Beruntung, Francesco Acerbi mencetak gol penyama kedudukan di masa injury time, membawa pertandingan ke perpanjangan waktu.

Di babak ekstra, Frattesi menjadi pahlawan dengan gol kemenangan yang memastikan Inter melaju ke final.

"Para pemain kami luar biasa, dan saya rasa perubahan yang saya lakukan juga sangat membantu. Mereka memberikan segalanya dan menunjukkan hati yang besar untuk mengatasi segala rintangan yang ada,"  tambah Inzaghi.

Meski timnya yang menjadi pemenang, Inzaghi juga memberikan penghargaan kepada salah satu pemain Barcelona yang sangat dia kagumi, yaitu Frenkie de Jong. Meskipun banyak yang memuji Lamine Yamal, Inzaghi mengungkapkan bahwa de Jong juga tampil luar biasa sepanjang pertandingan.

"Saya harus menambahkan satu hal meskipun banyak orang berbicara tentang Yamal, saya melihat pemain luar biasa lainnya. Frenkie de Jong sangat mengesankan, selalu berada di posisi yang tepat untuk membantu pertahanan dan membersihkan bola," puji Inzaghi.

"Saya tidak akan menukar pemain saya dengan siapa pun di dunia ini, tapi de Jong sangat mengesankan. Itu sesuatu yang sensasional," tambahnya.

Di babak perpanjangan waktu, Inzaghi sempat terlibat insiden yang membuatnya hampir mendapat hukuman disiplin. Ketika babak pertama perpanjangan waktu berakhir, Inzaghi yang marah dengan waktu peluit akhir berjalan ke arah wasit.

Namun, dua pemain cadangan Inter, yang melihatnya, langsung berlari ke lapangan untuk mendorong Inzaghi kembali ke bangku cadangan, melindunginya dari kemungkinan sanksi disiplin.

Komentator pertandingan, Jon Champion, menyebutkan bahwa Inzaghi sempat dilindungi oleh para pemainnya.

"Satu atau dua pemain Inter lari ke lapangan untuk mendorongnya kembali, mencoba melindunginya agar tidak mendapat sanksi dari wasit," katanya.

Setelah pertandingan berakhir, Inzaghi kembali ke lapangan untuk merayakan kemenangan bersama timnya. Kini, Inter Milan akan berhadapan dengan Arsenal atau Paris Saint-Germain di final Liga Champions yang akan diadakan di Munich pada (31/5) mendatang. Ini akan menjadi final kedua Inter dalam tiga tahun terakhir setelah mereka kalah dari Manchester City di Istanbul pada 2023.

"Saya bangga dengan perjalanan tim ini. Kami tahu Barcelona adalah lawan yang sangat sulit, tapi kami berhasil melewatinya berkat kerja keras semua pemain. Sekarang, kami punya kesempatan untuk menulis sejarah dan memenangkan final ini," ujar Inzaghi penuh semangat.

Inter Milan kini berharap bisa membawa pulang trofi Liga Champions yang terakhir kali mereka raih pada 2010 di bawah asuhan Jose Mourinho.

Editor : Arief
#Inter Milan #JOSE MOURIHNO #simone inzaghi