Jeddah – Harapan Cristiano Ronaldo untuk membawa Al Nassr menjuarai Liga Champions Asia 2024/2025 kandas setelah kekalahan dramatis 2-3 dari Kawasaki Frontale dalam laga semifinal di King Abdullah Sports City, Jeddah, Rabu malam (30/4). Kekalahan ini menandai kegagalan Al Nassr menembus partai final dan memperpanjang puasa gelar mereka di ajang kompetisi antarklub tertinggi di Asia.
Dalam laga yang berlangsung sengit itu, megabintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo, tampil penuh tetapi gagal mencetak gol maupun memberikan kontribusi penentu. Sebaliknya, Kawasaki Frontale tampil disiplin, efektif, dan efisien dalam memanfaatkan peluang—kunci keberhasilan mereka lolos ke final untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Gol Cepat yang Mengejutkan
Laga belum genap 10 menit ketika Kawasaki Frontale membuka keunggulan. Tatsuya Ito, gelandang gesit asal Jepang, memecah kebuntuan melalui tendangan voli keras dari dalam kotak penalti. Gol ini berawal dari aksi Marcinho di sisi kanan pertahanan Al Nassr yang melepaskan umpan silang. Meski berhasil dihalau oleh Mohamed Simakan, bola malah jatuh tepat ke kaki Ito yang langsung melepaskan sepakan akurat ke pojok kanan atas gawang yang dikawal Beto.
Unggul 1-0 membuat tim tamu tampil semakin percaya diri, sementara Al Nassr mulai meningkatkan intensitas serangan. Kombinasi Ronaldo dan Jhon Duran di lini depan mencoba mencari celah pertahanan rapat Kawasaki, namun belum membuahkan hasil.
Sadio Mane Menjawab, Tapi Pertahanan Al Nassr Rapuh
Pada menit ke-28, Sadio Mane berhasil menyamakan skor 1-1. Mantan penyerang Liverpool itu merangsek dari sisi kanan, melewati dua pemain Kawasaki, dan melepaskan tembakan ke tiang jauh. Bola sempat mengenai pemain lawan sebelum bersarang ke dalam gawang Louis Yamaguchi.
Momentum sempat berpihak pada Al Nassr, dan mereka nyaris berbalik unggul saat sundulan Ronaldo membentur mistar gawang. Namun, ketidakmampuan mereka memanfaatkan peluang tersebut menjadi bumerang.
Empat menit jelang turun minum, Kawasaki kembali mencetak gol. Kali ini giliran Yuto Ozeki, pemain muda berusia 20 tahun, yang mencatatkan namanya di papan skor. Ito yang sebelumnya sempat kehilangan bola, berhasil merebutnya kembali dan melepaskan tembakan yang diblok oleh kiper Beto. Bola muntah langsung disambar Ozeki ke gawang kosong. Skor 2-1 menutup babak pertama untuk keunggulan Kawasaki.
Al Nassr Menyerang, Kawasaki Mematikan
Memasuki babak kedua, Al Nassr tampil lebih dominan. Ronaldo, Duran, dan Mane secara bergantian mencoba menembus pertahanan Kawasaki yang solid. Namun meski menguasai jalannya pertandingan, mereka kesulitan menciptakan peluang matang.
Kesibukan Al Nassr dalam menyerang membuat mereka lengah di lini belakang. Pada menit ke-76, Kawasaki kembali mencetak gol melalui skema serangan balik. Erison melakukan penetrasi dari sisi kanan, mengelabui Aymeric Laporte, dan mengirim umpan tarik ke mulut gawang. Akihiro Ienaga yang baru masuk sebagai pemain pengganti menyambut bola dengan sempurna dan mengubah skor menjadi 3-1.
Harapan yang Terlambat
Pada menit ke-87, Ayman Yahya yang baru masuk sebagai pemain pengganti menyuntikkan harapan bagi tuan rumah. Melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang sempat membentur pemain lawan, bola meluncur tak terjangkau oleh kiper Yamaguchi, membuat kedudukan menjadi 2-3.
Sisa waktu ditambah injury time menjadi ajang desperasi bagi Al Nassr. Ronaldo memiliki tiga peluang emas di penghujung laga—termasuk tendangan bebas, sepakan dari luar kotak penalti, dan peluang terbuka setelah melewati kiper. Namun, semuanya gagal dikonversi menjadi gol. Tendangan Ronaldo terlalu lemah, terblokir, atau tak menemui sasaran.
Peluang terakhir jatuh ke kaki Jhon Duran di dalam kotak penalti, tetapi sang striker tak mampu mengeksekusi bola dengan baik. Skor 3-2 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Pioli: “Kami Buat Terlalu Banyak Kesalahan”
Pelatih Al Nassr, Stefano Pioli, tak menyembunyikan kekecewaannya seusai pertandingan. Dalam konferensi pers, Pioli mengakui timnya gagal menerapkan strategi yang sudah dirancang.
"Kami membuat terlalu banyak kesalahan, dan itulah yang membuat kami kalah. Lawan bermain sangat baik, cepat, dan disiplin. Sementara kami tidak mampu menerapkan taktik yang sudah kami latih," ujar Pioli.
Ia juga menerima kritik terhadap pendekatan taktiknya yang dinilai monoton dan mudah dibaca. “Kami tidak melakukan hal berbeda dari pertandingan sebelumnya. Itu kenyataannya,” lanjut Pioli.
Kekalahan ini memperpanjang penantian Al Nassr untuk meraih trofi Liga Champions Asia yang pertama. Padahal, dengan amunisi bintang dunia seperti Cristiano Ronaldo, Sadio Mane, dan Aymeric Laporte, ekspektasi publik sangat tinggi.
Frontale Ukir Sejarah, Siap Hadapi Al Ahli
Sementara itu, kemenangan ini menjadi sejarah baru bagi Kawasaki Frontale. Untuk pertama kalinya, tim asal Prefektur Kanagawa itu menembus partai final Liga Champions Asia. Mereka juga menjadi tim Jepang kelima yang berhasil mencapai final ajang prestisius ini.
Kemenangan mereka juga terbilang istimewa karena mengalahkan salah satu klub terkaya dan terkuat di Timur Tengah di kandangnya sendiri. Konsistensi, disiplin, serta efektivitas serangan balik menjadi kunci sukses Kawasaki dalam laga ini.
Di final nanti, Kawasaki akan menghadapi Al Ahli, tim Arab Saudi lainnya, yang menumbangkan Al Hilal dengan skor 3-1. Al Ahli tampil impresif dengan kontribusi para bintangnya seperti Roberto Firmino, Riyad Mahrez, dan Franck Kessie.
Laga final akan digelar pada Sabtu, 3 Mei 2025 malam WIB, dan menjanjikan duel menarik antara kekuatan Jepang dan Arab Saudi.
Editor : Arief