DORTMUND – Barcelona sukses melenggang ke semifinal Liga Champions musim ini meski dikalahkan Borussia Dortmund 1-3 pada leg kedua perempat final di Signal Iduna Park, Rabu (16/4/2025) dini hari.
Agregat 5-3 cukup bagi tim asuhan Hansi Flick untuk melaju ke babak empat besar untuk kali pertama sejak 2019.
Borussia Dortmund tampil impresif sejak menit awal. Serhou Guirassy membuka skor Dortmund lewat titik putih di menit ke-11, lalu menggandakan keunggulan lewat sundulan di menit ke-25.
Namun, gol bunuh diri Ramy Bensebaini pada menit ke-36 memberi napas bagi Barcelona sebelum jeda. Guirassy melengkapi hat-trick-nya di menit ke-72, namun itu belum cukup membalikkan agregat.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengakui timnya bermain di bawah performa terbaik mereka.
“Kami tahu Dortmund akan bermain habis-habisan, dan mereka menunjukkan itu. Kami tidak sebaik saat leg pertama, terutama dalam transisi bertahan. Tapi yang terpenting adalah kami lolos,” ujar Flick.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga intensitas dan fokus untuk menghadapi semifinal.
“Kami harus belajar dari pertandingan ini. Di semifinal nanti, tidak boleh lengah. Semua harus tampil maksimal selama 90 menit atau lebih,” tambahnya.
Striker Borussia Dortmund, Serhou Guirassy tampil heroik dengan hat-trick-nya mengatakan bahwa timnya memberikan segalanya.
"Saya bangga dengan tim. Kami menunjukkan karakter. Meski tidak lolos, kami meninggalkan turnamen ini dengan kepala tegak,” kata Guirassy.
Pelatih Dortmund, Edin Terzić juga mengapresiasi usaha timnya meski tak berhasil membalikkan keadaan.
“Kami bermain seperti yang kami rencanakan, dan mencetak tiga gol ke gawang Barcelona bukan hal mudah. Tapi kerusakan sudah terjadi di leg pertama,” ujar Terzić.
Bek Barcelona, Ronald Araújo mengatakan kekalahan ini adalah pengingat bahwa setiap pertandingan di Liga Champions harus disikapi serius.
"Kami terlalu pasif di babak pertama dan memberi mereka ruang. Ini jadi pelajaran penting. Tidak boleh mengendur walau sudah unggul agregat,” ucapnya.
Sementara itu, Pedri yang sempat masuk sebagai pemain pengganti mengakui bahwa atmosfer di Dortmund sangat menekan.
“Sulit bermain di sini. Suara fans, tekanan, itu membuat kami sedikit kehilangan arah. Tapi kami tetap fokus dan akhirnya lolos,” tuturnya.
Barcelona kini menanti lawan di semifinal, antara Inter Milan atau Bayern Munich. Dengan performa yang belum stabil, Flick punya banyak pekerjaan rumah untuk memastikan timnya siap menghadapi tantangan lebih berat.
Editor : Fauzan Ridhani