LIVERPOOL - Mengejutkan, Liverpool harus menerima kenyataan mengejutkan usai kalah di kandang sendiri atas Fulham dengan skor 2-3 dalam laga lanjutan Premier League, Minggu, (6/42025) malam.
Hasil ini memberikan dampak kurang bagus buat The Reds. Yakni, memutus rekor 26 laga tak terkalahkan, sekaligus menunda perayaan juara Liga Inggris yang tinggal di depan mata.
Laga berlangsung intens sejak awal. Liverpool unggul cepat melalui gol indah Alexis Mac Allister pada menit ke-10 lewat tembakan jarak jauh yang menghujam pojok atas gawang.
Namun, penggawa Fulham, Ryan Sessegnon menyamakan skor usai memanfaatkan kelengahan lini belakang Liverpool.
Tak lama berselang, Alex Iwobi mencetak gol kedua Fulham lewat tembakan yang mengenai Andy Robertson dan mengecoh kiper Caoimhin Kelleher.
Rodrigo Muniz kemudian memperbesar keunggulan menjadi 3-1 sebelum babak pertama usai.
Babak kedua berjalan dalam tekanan konstan dari Liverpool. Luis Diaz memperkecil ketertinggalan pada menit ke-72 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Namun, meskipun mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, The Reds tak mampu menambah gol.
Fulham tampil disiplin dan sukses membawa pulang kemenangan krusial dari Anfield.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya. “Kami mengawali laga dengan baik, tapi kehilangan kontrol karena kesalahan sendiri. Kami harus belajar dari ini, terutama dalam bertahan,” ujarnya dalam konferensi pers.
Sementara itu, pelatih Fulham, Marco Silva tampak bangga dengan penampilan anak asuhnya.
“Kami menunjukkan karakter luar biasa. Ini bukan hanya soal menang di Anfield, tapi bagaimana kami melakukannya setelah tertinggal lebih dulu,” katanya kepada media.
Salah satu pemain yang tampil mencolok adalah bek kiri Fulham, Antonee Robinson yang sukses meredam pergerakan Mohamed Salah sepanjang laga.
Penampilannya mendapat banyak pujian dan dianggap sebagai salah satu kunci kemenangan tim tamu.
Dengan hasil ini, Liverpool masih memimpin klasemen dengan 73 poin, unggul 11 poin dari Arsenal.
Namun, kekalahan ini menjadi peringatan bahwa persaingan belum usai. Di sisi lain, Fulham naik ke posisi delapan dengan 48 poin dan menjaga peluang untuk lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
Kekalahan di Anfield malam ini menjadi bukti bahwa bahkan tim terbaik pun tak kebal dari kejutan.
Liga Inggris kembali menunjukkan betapa ketatnya persaingan dan Fulham sukses menjadi pembeda dalam drama yang terus bergulir.
Editor : Fauzan Ridhani