JAKARTA – Bek tengah Timnas Indonesia, Jay Idzes mengalami lonjakan nilai pasar setelah tampil gemilang dalam kemenangan bersejarah Garuda atas Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berdasar data dari Transfermarkt, nilai pasar Idzes meningkat signifikan berkat performa yang semakin matang di level internasional. Sebelum laga kontra Bahrain, nilai pasarnya berkisar Rp 52,14 miliar. Namun, setelah penampilan impresifnya, angka tersebut melonjak menjadi Rp 86,9 miliar.
Dengan lonjakan ini, Idzes kini menjadi pemain Indonesia dengan nilai pasar tertinggi kedua sejajar dengan Emil Audero yang memiliki nilai Rp 86,91 miliar, menggeser Kevin Diks yang sebelumnya berada di posisi tersebut.
Kevin Diks, yang akan bergabung dengan Borussia Monchengladbach musim depan, kini memiliki nilai pasar sebesar 4,5 juta EUR atau Rp80,39 miliar.
Sementara itu, posisi teratas masih ditempati oleh Mees Hilgers dari FC Twente dengan nilai pasar mencapai 9 juta euro atau sekitar Rp156,43 miliar.
Sejak memutuskan membela Garuda pada akhir 2023, Jay Idzes langsung menjadi pilar utama di lini belakang Timnas Indonesia. Pemain yang kini memperkuat Venezia di Italia ini menunjukkan ketenangan, disiplin, dan kepemimpinan luar biasa saat membawa Indonesia menumbangkan Bahrain.
Dengan performa yang semakin stabil, Jay Idzes berpeluang besar untuk menarik perhatian klub-klub elite Eropa dalam waktu dekat. Kini, semua mata tertuju pada kiprah sang kapten saat Indonesia melanjutkan perjuangannya di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Idzes mulai dilirik tiga klub, yakni Udinese, Torino, dan Bologna. Selain itu ia juga dikaitkan dengan beberapa klub lain di Eropa, termasuk klub-klub dari Bundesliga Jerman.
Dalam pertandingan melawan Bahrain, Idzes mencatatkan statistik impresif, seperti akurasi umpan tinggi, dominasi duel udara, serta intersep krusial yang menggagalkan peluang lawan.
Idzes menjadi salah satu pemain yang mendapat banyak pujian atas kepemimpinannya di lini belakang.
Berdasar data Fotmob, kapten Venezia FC ini mendapat rating 7,2 untuk penampilannya. Dia mencatatkan satu tekel bersih, tiga kali clearance, satu kali sapuan dengan kepala, dan memenangkan tiga duel penting.
Keberhasilan Timnas Indonesia mengalahkan Bahrain juga menjadi bukti perkembangan pesat para pemain naturalisasi. Dengan usia yang masih 24 tahun, potensi Idzes untuk berkembang lebih jauh masih sangat besar. Kenaikan nilai pasarnya semakin menegaskan bahwa pemain Indonesia kini semakin diperhitungkan di kancah sepak bola dunia.
Editor : Arief