PARIS - Paris Saint-Germain (PSG) mendominasi, tapi Liverpool yang tersenyum.
Dalam duel Liga Champions di Parc des Princes, Kamis (6/3/2025) dinihari, PSG tampil superior dalam segala aspek permainan—penguasaan bola, jumlah tembakan, hingga operan sukses.
Namun, satu kesalahan di menit-menit akhir menjadi petaka bagi tim asuhan Luis Enrique, sementara Liverpool menunjukkan bahwa dalam sepak bola, efektivitas lebih penting daripada dominasi.
PSG mencatatkan 65 persen penguasaan bola dan melepaskan 28 tembakan, dibandingkan Liverpool yang hanya memiliki 35 persen penguasaan dan delapan tembakan.
Namun, dari semua peluang emas yang diciptakan, tak satu pun berbuah gol bagi tuan rumah. Sebaliknya, Liverpool berhasil mencuri kemenangan lewat Harvey Elliott di menit ke-87—hanya 47 detik setelah ia masuk ke lapangan.
"Saya tidak bisa berkata-kata. Kami mengendalikan semuanya, tapi dalam sepak bola, itu tidak cukup," ujar Luis Enrique dikutip dari The Guardian.
"Liverpool mengajarkan kepada kami bahwa sepak bola bisa sangat kejam. Mereka punya satu momen, dan itu cukup."
Jika PSG mencari kambing hitam, maka Alisson Becker layak disebut sebagai penyebab mimpi buruk mereka.
Kiper Liverpool itu melakukan sembilan penyelamatan gemilang dan memastikan bahwa dominasi PSG tak berarti apa-apa.
Bahkan, Talksport menyebut performa Alisson sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah Liga Champions.
"Saya hanya melakukan pekerjaan saya," ujar Alisson kepada The Times. "PSG punya tim luar biasa, tapi saya pikir kami menunjukkan bahwa bertahan dengan disiplin dan memanfaatkan peluang adalah kunci di level ini."
Pelatih Liverpool, Arne Slot mengakui timnya tak memainkan sepak bola terbaik mereka, tetapi mereka tahu bagaimana membuat PSG menderita.
"PSG tim yang lebih baik malam ini. Tapi kami tahu bahwa satu kesalahan bisa menjadi hukuman di level ini," kata Slot dalam konferensi pers setelah pertandingan.
"Kami sabar, kami menunggu, dan kami memanfaatkan momen kami. Itulah sepak bola—kadang kejam, tapi juga indah."
Dengan hasil ini, PSG harus bekerja keras di Anfield jika ingin tetap bertahan di Liga Champions. Luis Enrique mengingatkan timnya bahwa mereka tidak boleh membuang peluang lagi.
"Kami harus lebih efektif di leg kedua. Kami tak boleh membiarkan hal yang sama terjadi lagi," tegasnya.
Liverpool kini punya keunggulan, tetapi seperti yang PSG alami malam ini, sepak bola penuh kejutan—dan terkadang sangat kejam.
Editor : Fauzan Ridhani