LONDON - Arsenal mengalami pukulan telak setelah Kai Havertz menderita cedera hamstring parah yang membuatnya harus mengakhiri musim lebih cepat. Pemain asal Jerman itu kini menjalani masa pemulihan dengan mengenakan penyangga lutut dan menggunakan kruk.
Havertz mengalami cedera saat menjalani pemusatan latihan Arsenal di Dubai. Cedera tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Mikel Arteta menyatakan bahwa Havertz akan menjadi andalan utama di sisa musim ini. Sayangnya, mantan pemain Chelsea itu justru harus menepi setelah mengalami cedera saat mencoba memblokir tembakan dalam sesi latihan.
Dengan absennya Havertz, Arsenal semakin kekurangan opsi di lini serang, terutama setelah Bukayo Saka dan Gabriel Jesus juga mengalami cedera. Mikel Arteta kini harus mencari solusi lain untuk mengatasi minimnya stok penyerang.
Meskipun belum bisa kembali berlatih dalam waktu dekat, Havertz baru-baru ini terlihat mengenakan penyangga lutut dan menggunakan kruk. Ia berpose dalam sebuah foto bersama Senyo, seorang barber terkenal yang kerap merawat rambut para bintang sepak bola seperti Enzo Fernandez, Mason Mount, dan Christian Pulisic.
Dalam unggahan tersebut, Senyo menuliskan caption "Road to recovery", menandakan bahwa Havertz masih dalam tahap pemulihan. Ini menjadi penampilan publik pertama Havertz sejak ia menjalani operasi bulan lalu.
Sebelumnya, melalui Instagram pribadinya, Havertz mengungkapkan kekecewaannya terhadap cedera yang dialaminya.
"Beberapa hari terakhir sangat sulit baik secara fisik maupun mental. Namun, kemarin adalah hari yang baik, operasi berjalan sukses dan tim menang. Terima kasih atas semua dukungan yang diberikan. Saya sekarang fokus pada pemulihan penuh dan memberikan dukungan terbaik untuk tim," tulis Havertz.
Mikel Arteta menyesalkan cedera yang menimpa Havertz, yang terjadi saat pemain tersebut berusaha menghentikan tembakan dalam latihan setelah skema bola mati.
"Kami sedang menjalani pemusatan latihan yang hebat di Dubai. Kami berlatih, beristirahat, dan menghubungkan kembali tim dalam suasana berbeda. Lalu cedera ini terjadi secara tak terduga. Ini pukulan besar bagi kami mengingat banyaknya cedera yang kami alami," ujar Arteta.
Pelatih asal Spanyol itu juga mengkritik padatnya jadwal pertandingan yang membuat banyak pemainnya mengalami cedera.
"Kami memiliki pemain yang telah bermain lebih dari 130 pertandingan dalam dua musim terakhir. Dengan beban seperti ini, cedera hanyalah soal waktu. Intensitas pertandingan semakin tinggi, jumlah menit bermain semakin banyak, dan hasilnya adalah cedera otot dan tendon yang meningkat secara drastis," tambah Arteta.
Dengan Havertz yang harus menepi hingga akhir musim, Arsenal kini harus berjuang lebih keras untuk menemukan solusi di lini depan mereka. Arteta dan timnya harus segera mencari alternatif untuk menjaga peluang mereka tetap bersaing di puncak klasemen.
Editor : Arief