Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Musim Terburuk Manchester United Selama 50 Tahun Terakhir

Sutrisno • Selasa, 18 Februari 2025 | 05:22 WIB
FRUSTASI: Ruben Amorim frustrasi terhadap ketidakmampuan tim untuk memanfaatkan peluang, terutama pada pertandingan melawan Tottenham, Senin (17/2) dini hari.
FRUSTASI: Ruben Amorim frustrasi terhadap ketidakmampuan tim untuk memanfaatkan peluang, terutama pada pertandingan melawan Tottenham, Senin (17/2) dini hari.

LONDON - Musim Manchester United berjalan dengan kacau saat mereka menjalani start terburuk sejak 1973/1974.

Setelah menelan kekalahan 1-0 dari Tottenham Hotspur pada Senin (17/2) dini hari, The Red Devils kini harus menghadapi kenyataan pahit dari perjalanan mereka yang mengecewakan di Liga Inggris 2024/2025.

Kekalahan dari Spurs bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan pengingat nyata dari kesulitan yang dialami tim musim ini. Dengan 12 kekalahan dari 25 pertandingan liga pertama, Manchester United berada pada posisi terburuk mereka pada tahap musim ini dalam lebih dari lima dekade.

Performa buruk ini membuat Pelatih Ruben Amorim merenungkan peluang yang terlewatkan dan tantangan taktik yang dihadapi.

Saat ini, Man United berada di posisi ke-15 dalam tabel Liga Premier dengan hanya 29 poin, setelah melewati lebih dari setengah musim dengan jumlah kekalahan yang sangat mengkhawatirkan.

Meskipun demikian, terdegradasi tampaknya sangat tidak mungkin, karena mereka masih unggul 12 poin dari zona degradasi. Amorim mengungkapkan frustrasinya terhadap ketidakmampuan tim untuk memanfaatkan peluang, terutama pada pertandingan melawan Tottenham.

"Pada akhirnya, mereka mencetak gol, kami tidak. Itulah perbedaan besar dalam permainan. Kami memiliki banyak peluang, tetapi pada akhirnya mereka mencetak satu gol dan kami tidak," kata Amorim.

"Langkah pertama adalah menciptakan situasi. Kami telah memainkan permainan di mana kami berada di sekitar kotak penalti dan tidak menciptakan situasi. Dalam permainan ini kami menciptakan situasi. Namun, dalam permainan ini dengan dua tim yang tidak bermain dengan baik, satu gol selalu akan membuat perbedaan,” lanjutnya.

“Kita kehilangan pemain, sehingga harus mengubah pendekatan terhadap permainan. Saya tidak bisa bermain dengan cara yang sama dengan Joshua (Zirkzee) seperti yang saya bisa lakukan dengan Amad (Diallo),” ujar Amorim.

 Meskipun menciptakan beberapa peluang, kegagalan Alejandro Garnacho di babak pertama yang melewatkan kesempatan dekat gawang dengan tembakan yang melambung di atas mistar, menjadi penentu kekalahan. Amorim menyoroti bahwa meskipun tim sudah memiliki niat yang baik, cedera dan perubahan pemain menghambat konsistensi dan performa.

Masalah taktis juga terlihat, di mana Amorim mengakui bahwa perubahan personel dan formasi yang konstan menyulitkan tim untuk menemukan keseimbangan. Dia menekankan kesulitan Bruno Fernandes untuk mengendalikan permainan sekaligus menekan lawan dalam kondisi yang terus berubah ini.

Meskipun situasi mereka di Liga Premier sangat mengkhawatirkan, jadwal pertandingan Man United yang akan datang mungkin memberi kesempatan untuk bangkit. Dengan pertandingan melawan Everton di Goodison Park pada akhir pekan ini, tim akan berusaha untuk kembali ke jalur kemenangan dan menghindari perburukan posisi lebih jauh.

Editor : Arief
#Manchester United #liga inggris #Tottenham Hotspur