LIVERPOOL - Liverpool harus menanggung malu di babak keempat Piala FA. Tandang ke markas Plymouth Argyle, Minggu (9/2) pasukan Arne Slot kalah 1-0.
Satu-satunya gol di Home Park tercipta pada awal babak kedua. Wasit menunjuk titik putih usai bola mengenai tangan Harvey Elliot.
Ryan Hardie yang maju sebagai eksekutor sukses mengubah kedudukan. Dan sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga tidak ada gol tambahan tercipta.
Dengan kekalahan ini Liverpool tersingkir dari Piala FA. Jika dilihat dari komposisi pemain yang diturunkan kemungkinan untuk kalah memang besar.
Arne Slot melakukan rotasi besar-besaran di tim. Hanya Luis Diaz, pemain utama yang dijadikan starter.
Alhasil, permainan tim tidak menggigit. Muncul pula anggapan The Reds tidak serius tampil di FA Cup, apalagi saat ini mereka memiliki jadwal yang sangat padat.
Anggapan tersebut langsung dibantah sang pelatih. Menurut Slot, Diogo Jota dkk tampil habis-habisan sampai laga berakhir.
“Saya tidak bisa mengatakan pemain tidak berjuang keras karena bermain selama 100 menit. Mereka terus berjuang hingga detik-detik terakhir,” ujarnya.
“Ini bukan masalah semangat bertanding. Mereka bekerja sangat keras tapi tidak bisa menemukan celah dan peluang. Kami hanya perlu terus melakukan hal yang sama dengan semangat kerja bersama,” ia menambahkan.
Pada akhirnya kekalahan dari Plymouth Argyle menyakitkan untuk semua pihak di Liverpool. Apalagi lawan adalah juru kunci divisi Championship.
Sebelumnya klub asal Merseyside berpeluang sapu bersih gelar musim ini. Setelah apa yang terjadi di Home Park kini satu kemungkinan hilang.
“Ini menyakitkan semua pihak yang berkaitan dengan Liverpool seperti fan, saya, dan para pemain. Kami semua ingin melaju sejauh mungkin di PIala FA. Ini adalah kemunduran,” tutup Arne Slot.
Editor : Arief