Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Persija Kritik Komdis PSSI, Bambang Pamungkas Minta Pemain Punya Hak Klarifikasi

Sutrisno • Jumat, 27 Desember 2024 | 10:27 WIB
MENGKRITIK: Manajer Persija yang juga pemain legendaris Macan Kemayoran, Bambang Pamungkas mengkritik Komdis PSSI.
MENGKRITIK: Manajer Persija yang juga pemain legendaris Macan Kemayoran, Bambang Pamungkas mengkritik Komdis PSSI.

JAKARTA - Persija Jakarta melontarkan kritik terhadap keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang memberikan sanksi kepada bek Ondrej Kudela. Manajer Persija, Bambang Pamungkas, mengusulkan ke depan agar pihak klub dan pemain diberikan hak untuk memberikan klarifikasi atas pelanggaran yang dilakukan.

Kudy, sapaan Ondrej Kudela, menerima sanksi dari Komdis PSSI berupa larangan bertanding tambahan gara-gara terkena kartu merah dalam laga terakhirnya, tepatnya pada 10 Desember saat Persija menjamu Borneo FC Samarinda pada pekan ke-14 Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Ondrej Kudela bermain selama 37 menit setelah diusir keluar oleh wasit karena melakukan pelanggaran keras di luar kotak penalti. Ia dianggap sebagai pemain terakhir sehingga dihadiahi kartu merah.

Efeknya, Ondrej Kudela harus absen pada pekan ke-15 Liga 1 2024/2025, saat Persija menantang tuan rumah Bali United FC pada 15 Desember. Hasilnya, Macan Kemayoran kalah 1-3 dari Serdadu Tridatu.

Berdasarkan regulasi PT LIB, Ondrej Kudela seharusnya bisa bermain lagi pada laga berikutnya melawan PSS Sleman pada pekan ke-16. Namun, Komdis PSSI membuat keputusan dengan menambah larangan bermain untuk sang bek sebanyak dua laga selanjutnya.

Kudy pun harus absen lagi saat melawan PSS di JIS. Dia juga tak bisa bermain dalam pertandingan pamungkas putaran pertama alias pekan ke-17 kontra Malut United FC di Stadion Gelora Kie Raha, Maluku Utara, pada 28 Desember 2024.

Eks bek Timnas Ceko itu dianggap melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 karena melakukan pelanggaran serius, yakni bertindak kasar menggunakan tubuhnya secara berlebihan kepada pemain lawan.

Bambang Pamungkas kemudian mempertanyakan hukuman tambahan dua pertandingan yang diberikan Komdis PSSI kepada Ondrej Kudela. Menurutnya, sang bek dalam keadaan ingin mengamankan bola saat melakukan pelanggaran tersebut.

Tapi, kata Bambang, Kudela terlambat sepersekian detik, sehingga mengenai kaki lawan. Ia menambahkan bahwa tidak ada niatan khusus dari beknya untuk mencederai lawan sama sekali.

"Bahkan saat wasit melakukan review VAR, Kudela menunggu di tepi garis dan langsung meninggalkan lapangan tanpa melakukan protes, saat wasit mengubah keputusan dari kartu kuning menjadi kartu merah," kata Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas.

"Jadi, menjadi sulit diterima ketika kemudian Kudela mendapatkan hukuman tambahan sanksi dua pertandingan,” tambah pria yang juga legenda klub tersebut.

Bepe kemudian mengusulkan kepada Komdis (PSSI) untuk dapat memberikan ruang kepada pemain dan klub untuk dapat melakukan klarifikasi disertai bukti otentik terlebih dahulu, sebelum memberikan hukuman tambahan kepada pemain.

"Khusus untuk insiden-insiden dalam permainan yang mengakibatkan interpretasi ambigu terhadap sebuah pasal disiplin. Seluruh pemain dan klub peserta Liga 1, rasanya berhak mendapatkan ruang tersebut," terang Bambang.

"Kecuali jika pemain melakukan tindakan pemukulan atau bereaksi berlebihan setelah menerima hukuman dari wasit. Jika seperti itu, sudah sepantasnya hukuman tersebut langsung diberikan (tanpa bisa melakukan klarifikasi atau banding),” imbuhnya. 

Editor : Arief
#persija #pssi #Liga 1 #bambang pamungkas