Manajer Manchester City tersebut sempat berharap Gundogan bertahan. Kualitas dan pengalaman sang kapten masih dibutuhkan untuk musim 2023/2024.
Kontrak baru sempat disodorkan kepada pemain berusia 32 tahun tersebut. Namun, Gundogan tidak menerima kontrak tersebut, dan memilih proposal dari Barcelona. Alhasil, Gundogan akhirnya pergi secara gratis dari Etihad Stadium. Ia dikontrak oleh Blaugrana dengan durasi selama dua tahun.
Kepindahannya itu ternyata tidak lepas dari kegagalan Guardiola meyakinkannya untuk tidak pindah ke Barcelona. “Dia tidak bisa berbuat banyak untuk meyakinkan saya (agar tidak pindah ke Barcelona, red),” ungkap Gundogan dilansir dari AS.
“Bagi saya, keputusan saya sudah jelas. Kami sudah kenal selama tujuh tahun. Kadang dengan tatap mata, kami bisa bisa saling mengerti,” jelasnya.
Kendati begitu, Gundogan menyampaikan perpisahannya dengan Guardiola baik-baik saja. Bahkan, Guardiola adalah orang pertama yang diberitahu saat jadi ke Barcelona. “Saya ingin dia mendengar berita langsung dari saya,” katanya.
Gundogan waktu itu sedang liburan. “Lalu akhirnya saya meneleponnya untuk memberi tahu segalanya,” lanjutnya lagi.
Presiden Barcelona, Joan Laporta akhirnya bicara buka-bukaan soal transfer Gundogan. Ternyata, Gundogan memang pemain utama yang diminta Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez.
Musim lalu, di tengah keterbatasan, Xavi masih bisa menuntun tim menjuarai La Liga. Namun, di musim panas ini memang jadi momen krusial bagi Barca untuk memperkuat skuat. Itu didukung penuh oleh pihak klub. Xavi masih membutuhkan beberapa pemain lagi untuk membentuk skuat Barca jadi jauh lebih baik.
Menariknya, di antara banyak target, Xavi justru meminta pihak klub memprioritaskan transfer Gundogan dari Manchester City. Gundogan telah resmi dikenalkan sebagai pemain baru Barcelona beberapa waktu lalu.
"Pemain pertama yang diminta Xavi musim panas ini. Sebuah kehormatan dia (Gundogan, red) memilih tawaran kami," kata Laporta, seperti dilansir Goal.
Mendatangkan Gundogan jelas sulit bagi Barca. Bagaimanapun, Barca sekarang masih mengalami masalah finansial. Mereka tidak bisa membayar mahal dan memberikan tawaran terbaik.
"Kami mengajukan tawaran yang cukup bagus secara finansial. Tapi, bukan tawaran terbaik yang dia terima. Dia memilih prestise dan sejarah Barca daripada tawaran lainnya," lanjut Laporta.
"Sejak Januari, kami mengalami kesulitan dalam negosiasi. Tawaran-tawaran lain lebih besar daripada tawaran kami. Jadi tidaklah mudah mencapai kesepakatan dengan agen," tutupnya.(net/gr/dye) Editor : Arief