Man City punya ambisi besar musim ini, yakni mengincar treble. Pasukan Josep Guardiola telah sukses mengamankan yang pertama, yaitu gelar Premier League. Kini, mereka membidik yang kedua sebelum nanti turun di final Liga Champions kontra Inter Milan.
Sementara itu, bagi MU, setelah menjuarai EFL Cup/Carabao Cup musim ini, FA Cup adalah kesempatan mereka untuk meraih trofi kedua. Selain itu, tim yang finis peringkat tiga di Premier League ini juga tentu punya misi 'terselubung', yakni merusak ambisi treble sang rival sekota.
MU pernah meraih treble pada musim 1998/1999. MU pasti tidak mau prestasi tersebut disamai oleh Man City musim ini. Bicara kekuatan, Man City harus diakui saat ini berada di atas MU. Namun, bicara motivasi untuk jadi juara, MU tentu saja tidak kalah.
Pelatih MU, Erik ten Hag, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa final ini adalah tentang menjadi juara, bukan tentang menjegal ambisi treble Man City. Akan tetapi, andai bisa menjungkalkan Man City, itu pastinya menjadi sebuah bonus yang sangat manis.
Sayangnya, MU sedang bermasalah stok striker. Antony tengah berjuang agar fit tepat waktu untuk all-Manchester final di partai puncak Piala FA, tetapi sepertinya tidak akan bisa masuk skuad.
Pemain Brasil itu dibawa keluar dengan tandu saat United menang 4-1 atas Chelsea pada 25 Mei dan terlihat memakai kruk saat menang 2-1 atas Fulham pada Minggu. Eks Ajax itu hanya mencetak enam gol dan menyumbang tiga assist sejak kepindahannya senilai £85 juta di musim panas, tetapi melakukan pekerjaan pertahanan yang berharga dan ketidakhadirannya merupakan pukulan bagi Ten Hag. Anthony Martial juga absen karena cedera hamstring.
"Tidak mungkin [dia fit], masih ada peluang tetapi peluangnya sangat kecil. Dia tidak membuat kemajuan tapi dia masih memiliki peluang namun mustahil dia tersedia," kata Ten Hag dalam konferensi pers.
Meski begitu, manajer asal Belanda itu tetap optimistis tentang peluang United di final melawan juara Liga Primer City. "Ini tentang para pemain yang tersedia dan sering kali kami berhasil. Kami memiliki skuad yang bagus dan dari skuad yang bagus kami menjadi tim yang bagus."
Dari kubu Man City sendiri, determinasi untuk menang dan jadi juara masih sangat besar. Meski sudah menyabet titel Premier League, mereka masih sangat lapar. Bisakah MU menghentikan mereka?(bl/by/ran) Editor : Arief