Chelsea menjadi tim paling boros pada dua periode transfer musim 2022/2023. Pada awal Chelsea membeli Wesley Fofana dengan harga 80 juta euro. Lalu, pada Januari 2023, Enzo Fernandez dibeli dengan harga 121 juta euro.
Chelsea bukan hanya menjadi tim paling boros di bursa transfer, tetapi juga gaji pemain. Mirror melaporkan bahwa The Blues harus mengeluarkan 216 juta pound dalam satu musim untuk gaji pemain.
Nilai tersebut tak berbanding lurus dengan prestasi di lapangan. Pasalnya, tim arahan Frank Lampard dipastikan gagal menembus 10 besar klasemen akhir Premier League 2022/2023.
Bukan hal yang mengejutkan jika Chelsea menjadi tim paling boros. Sebab, untuk bisa menggoda bintang-bintang top Eropa bergabung, The Blues menawari mereka gaji tinggi. Salah satunya Joao Felix.
Di bawah Chelsea, ada Manchester United yang harus membayar 213 juta euro untuk gaji pemainnya. Kepergian Cristiano Ronaldo membuat beban gaji United turun signifikan.
Pada musim 2023/2024, United dilaporkan akan lebih efisien soal gaji. Setan Merah menerapkan batas atas gaji pemain baru sebenar 200 ribu pound per pekan.
Di bawah Chelsea dan United, ada Manchester City, Liverpool, dan Arsenal yang masuk lima besar klub dengan gaji tertinggi. Arsenal berada di urutan ke-5 dengan 110 juta pound per tahun.
Man City menjadi bukti bahwa kekuatan uang bisa menghadirkan prestasi. Namun, itu bukan rumus pasti. Brentford dan Brighton mampu mematahkan rumus sukses City.
Brentford adalah tim dengan anggaran gaji paling rendah di Premier League, 33 juta Pounds. Namun, Ivan Toney dan koleganya mampu tampil mengejutkan.
Brighton juga luar biasa. Brighton jadi tim kedua dengan gaji paling rendah di Premier League, 41 juta Pounds. Namun, pasukan Roberto De Zerbi mampu bersaing dan dipastikan mendapat satu tempat di zona Eropa.(bl/by/ran) Editor : Arief