Bahkan ketika sepuluh rekannya bermain mengecewakan, ia selalu tampil di atas standar.
Namun, pencapaian di masa lalu menjadi tak berarti. Sepak bola adalah tentang masa sekarang.
Kiper Spanyol itu mendapat rapor merah. Mencetak tiga error berujung gol dari empat pertandingan saja.
Yang teranyar, ia membiarkan Said Benrahma membobol gawangnya dengan mudah. Kekalahan 1-0 dari West Ham itu membuat posisi The Red Devils di peringkat empat menjadi rentan.
Terlepas dari kesalahan itu, pemain 32 tahun itu punya kelemahan yang mencolok.
De Gea tak pernah nyaman bermain dengan kedua kakinya. Operannya buruk. Mudah panik ketika ditekan lawan.
Padahal, membangun serangan dari lini belakang merupakan elemen penting dalam sepak bola modern.
Manajer Erik Ten Hag mungkin harus mencari penggantinya. Apalagi kontrak De Gea akan berakhir pada akhir musim panas ini. (fud/by/fud)
Editor : Arief