Tuan rumah memang mendominasi pertandingan. Di hadapan ribuan suporternya, Laskar Padjajaran bahkan sudah unggul 1-0 sejak menit 11.
Gol itu dicetak Andy Setyo melalui tendangan geledek jarak jauh. Saking kerasnya, kiper Laskar Antasari, Joko Ribowo terlambat bereaksi.
Tim tamu mencoba lebih agresif untuk menyamakan kedudukan. Tetapi skor malah kembali berubah, 2-0 pada menit 24.
Gol itu berawal dari permainan cantik antara Ryan Kurnia dan Dimas Drajat. Umpan satu dua mereka memperdaya bek lawan.
Harapan sempat muncul. Tiga menit berselang Gustavo Tocantins mencetak gol ketujuhnya. Memperkecil skor menjadi 2-1. Gol itu bermula dari kesalahan pemain belakang Persikabo.
Semangat tim tamu pun kembali membara. Buktinya, pada menit 34, penjaga gawang Barito sempat membuat penyelamatan gemilang. Menepis sepakan kencang Pedro Henrique.
Babak pertama berakhir. Usai turun minum, belum 10 menit babak kedua dimulai, Henrique akhirnya berhasil menjebol gawang Barito.
Bencana datang dua menit kemudian. Bekantan Hamuk harus bermain dengan 10 orang. Setelah Eksel Runtukahu mendapat kartu kuning kedua. Gara-gara menekel keras lawannya.
Kalah jumlah, tak membuat pelatih Rahmad Darmawan gentar.
Alih-alih menambah bek, ia memperkuat lini tengah. Memasukkan Nazar dan menarik keluar Yuswanto Aditya.
Barito masih bermain ngotot. Tetapi sayang, skor 3-1 itu bertahan sampai peluit panjang ditiup.
Atas hasil ini, Barito Putera masih tertahan di peringkat 15 klasemen sementara Liga 1 musim 2022-23 dengan perolehan 34 poin.
Sedangkan Persikabo 1973 sedikit menjauh dari papan bawah, berada di peringkat 13 dengan 38 poin. (bir/fud) Editor : Administrator